RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH, BPNT untuk triwulan keempat tahun 2025 dilaporkan mengalami lonjakan signifikan.
Dilansir dari kanal Info Bansos, Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mempercepat penyaluran seluruh program bansos reguler PKH BPNT dan tambahan menjelang akhir tahun.
Program yang dimaksud meliputi bansos Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4, Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900.000, dan bantuan pangan yakni beras dan minyak goreng.
Gus Ipul menargetkan seluruh penyaluran rampung pada bulan November 2025 agar penerima manfaat segera bisa menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan pokok.
1. Penyaluran PKH Tahap 4
Penyaluran PKH untuk tahap keempat telah mencapai sekitar 91 persen atau mencakup 9.167.694 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dana telah di-SP2D-kan dan siap ditarik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari bank-bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, BSI, serta PT Pos Indonesia.
PKH tetap menjadi salah satu program utama pemerintah untuk membantu keluarga miskin dengan komponen pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
2. BLT Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra)
BLT Kesra tengah memasuki tahap akhir pemadanan data dan menyasar lebih dari 35 juta penerima. Bantuan ini difokuskan bagi masyarakat di desil 1 hingga 4 dengan nilai total mencapai Rp31,54 triliun.
Setiap penerima akan memperoleh Rp300.000 per bulan selama tiga bulan yang dicairkan sekaligus senilai Rp900.000.
3. Bantuan Pangan Tambahan dari Bapanas dan Bulog
Bantuan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter juga mulai disalurkan ke berbagai daerah.
Distribusi dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog, dengan alokasi rapel untuk periode Oktober dan November 2025.
Penyalurannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing wilayah dan lokasi gudang penyaluran.
4. Daerah dan Bank Penyalur Utama
Lebih dari 200 daerah telah mulai mencairkan bansos tahap 4 ini. Penyaluran terbesar dilakukan melalui Bank Mandiri sebagai bank penyalur utama, diikuti oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan tingkat realisasi di atas 90 persen.
Sementara itu, Bank BRI dan BNI juga tengah memperluas penyaluran ke sejumlah wilayah. Beberapa daerah yang telah disebutkan antara lain Kabupaten Bogor, Brebes, Garut, Banyumas, Jember, Sumenep, Kebumen, Cilacap, Lampung Timur, Gunung Kidul, dan Ciamis.
5. Pembaruan Data KPM dan Pesan Penting dari Mensos
Gus Ipul juga mengumumkan bahwa terdapat lebih dari dua juta KPM yang dinyatakan tidak lagi layak menerima bansos setelah dilakukan evaluasi, sementara sekitar 500 ribu KPM baru telah diverifikasi untuk masuk daftar penerima BLT Kesra.
Pemerintah memastikan pemutakhiran data akan terus dilakukan secara berkala agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Mensos Saifullah Yusuf berpesan agar masyarakat menggunakan bantuan dengan bijak dan menolak segala bentuk pungutan liar.
Ia menegaskan bahwa proses pencairan bansos tidak dipungut biaya apa pun, baik di bank penyalur maupun saat pengambilan di PT Pos Indonesia.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga