RADAR BOGOR - Menjelang akhir tahun 2025, perhatian publik kembali tertuju pada penyaluran berbagai jenis bantuan sosial (bansos) pemerintah, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Belakangan, melansir YouTube Indah Yusni sejumlah penerima bansos PKH BPNT mengaku terkejut setelah mendapati saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka meningkat tajam, bahkan mencapai jutaan rupiah.
Fenomena penyaluran bansos PKH BPNT ini dikenal sebagai saldo ganda atau dobel yang belakangan marak terjadi di berbagai daerah. Hal ini akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut.
1. Fenomena Pencairan Saldo Ganda (Dobel)
Fenomena saldo ganda yang terjadi bukan merupakan bantuan tambahan, melainkan akumulasi dari beberapa pencairan yang dilakukan secara bersamaan ke rekening KKS.
Berdasarkan informasi dari kanal Indah Yusni, sejumlah KPM menerima dana dobel karena penyaluran beberapa tahap bansos dilakukan berdekatan.
Misalnya, pencairan PKH Tahap 2 dan Tahap 3 yang disalurkan secara bersamaan kepada KPM yang sebelumnya tertunda, serta pencairan BPNT Tahap 2 dan Tahap 3 yang juga masuk pada waktu yang sama.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan penebalan BPNT periode Juni-Juli senilai Rp400.000.
KPM yang menerima saldo ganda umumnya merupakan penerima aktif PKH dan BPNT yang sebelumnya menyalurkan bantuan melalui Kantor Pos dan kini beralih ke sistem non-tunai menggunakan kartu KKS.
Bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri telah menuntaskan penyaluran bantuan susulan bagi KPM yang sempat tertunda pencairannya, memastikan bahwa seluruh dana bansos tersalurkan secara penuh sesuai hak penerima.
2. Status Pencairan PKH dan BPNT Tahap 4 (Oktober-Desember 2025)
Memasuki kuartal terakhir tahun ini, penyaluran PKH dan BPNT Tahap 4 mulai berjalan secara bertahap.
Berdasarkan laporan yang diterima, sebagian pencairan PKH sudah dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) khususnya di Provinsi Aceh sebagai wilayah pertama yang menerima gelombang awal penyaluran.
Sementara itu, BPNT Tahap 4 secara nasional masih dalam proses pencairan, di mana sebagian besar wilayah belum menerima penyaluran hingga akhir Oktober.
Kemensos memperkirakan bahwa pencairan nasional untuk PKH dan BPNT Tahap 4 akan mulai merata pada pertengahan hingga akhir November 2025, dengan puncak penyaluran diprediksi berlangsung pada bulan Desember.
Karena itu, KPM diimbau untuk memantau saldo KKS mereka secara rutin melalui mesin ATM, agen bank, atau e-warong agar tidak ketinggalan jadwal pencairan.
3. BLT Kesra Rp900.000 untuk 3,5 Juta Penerima
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menggulirkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900.000 yang diperuntukkan bagi penerima PKH, BPNT, serta masyarakat rentan yang belum pernah mendapatkan bansos sebelumnya.
Total sasaran penerima bantuan ini mencapai 3,5 juta jiwa di seluruh Indonesia.
Calon penerima BLT Kesra wajib terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau P3KE dan telah melalui proses verifikasi kelayakan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.
Proses verifikasi semula dijadwalkan selesai hingga 28 Oktober 2025, namun SIKS NG menunjukkan bahwa tahap verifikasi masih berlangsung sehingga masa validasi diperpanjang.
Pendaftaran BLT Kesra dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Kemensos maupun melalui pengajuan langsung ke perangkat desa.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga