RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) terus menjadi perhatian publik, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Belakangan, melansir YouTube Indah Yusni, saldo bansos PKH BPNT ganda atau dobel pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menjadi sorotan karena sejumlah KPM menerima nominal besar yang tidak mereka duga.
Fenomena ini muncul akibat beberapa penyaluran bansos yang masuk bersamaan ke satu rekening KKS, sehingga menimbulkan saldo dobel hingga Rp3 juta per KPM PKH BPNT.
1. Pencairan Saldo Ganda (Dobel)
Saldo dobel yang masuk ke KKS bukanlah bantuan tambahan, melainkan akumulasi dari beberapa jenis bansos yang disalurkan sekaligus.
Seperti yang dikutip dari kanal Indah Yusni, beberapa jenis pencairan dobel yang terjadi antara lain penyaluran PKH Tahap 2 dan Tahap 3 secara bersamaan bagi KPM yang pencairannya telat atau susulan, serta penyaluran BPNT Tahap 2 dan Tahap 3 yang masuk bersamaan.
Selain itu, terdapat juga penebalan BPNT periode Juni-Juli sebesar Rp400.000.
KPM yang menerima saldo dobel umumnya adalah mereka yang aktif menerima PKH dan BPNT secara bersamaan, serta sebelumnya menyalurkan bantuan melalui Kantor Pos dan kini beralih ke kartu KKS.
Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI telah menyalurkan bantuan susulan yang sebelumnya tertunda, memastikan KPM mendapatkan haknya secara penuh.
2. Pencairan Bansos Reguler Tahap 4
Untuk PKH Tahap 4, beberapa pencairan sudah mulai dilakukan, meskipun baru tercatat di Bank BSI sebagai bank penyalur utama di Provinsi Aceh.
Sementara itu, BPNT Tahap 4 masih dalam proses pencairan. Secara nasional, penyaluran PKH dan BPNT Tahap 4 periode Oktober hingga Desember 2025 belum sepenuhnya dilakukan.
Estimasi pencairan nasional menunjukkan bahwa tahap ini kemungkinan mulai cair pada pertengahan hingga akhir November, dengan puncaknya akan terjadi pada Desember 2025.
Hal ini menjadi panduan penting bagi KPM agar dapat memantau saldo KKS mereka secara rutin.
3. Informasi BLT Kesra Rp900.000
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra senilai Rp900.000 diberikan kepada penerima PKH, BPNT, dan masyarakat yang belum pernah menerima bansos sebelumnya. Total target penerima BLT Kesra mencapai 3,5 juta masyarakat di seluruh Indonesia.
Syarat utama penerima adalah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau P3KE, serta datanya telah diverifikasi layak oleh Pusdatin Kemensos.
Proses verifikasi awal ditargetkan selesai hingga 28 Oktober 2025, namun sistem NG menunjukkan bahwa verifikasi masih berlangsung, menandakan adanya perpanjangan waktu.
Pendaftaran BLT Kesra dapat dilakukan secara online maupun dengan mengajukan diri ke pihak desa setempat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga