RADAR BOGOR – Pada Jumat, 31 Oktober 2025, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) mendapatkan kabar gembira dengan pencairan bantuan sosial tahap keempat.
Saldo mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih, termasuk bantuan penebalan di beberapa daerah.
Bank Mandiri menjadi pihak dominan yang menyalurkan PKH dan BPNT tahap 4, menyusul Bank BSI yang lebih dulu mencairkan.
Bank BNI dan Bank BRI diharapkan segera menyusul karena merupakan bank utama penyalur bantuan bagi KPM.
1. Bukti Pencairan dan Daerah
Pencairan terlihat di berbagai daerah dengan nominal berbeda-beda. PKH dan BPNT di Bank Mandiri cair berbarengan, termasuk komponen SD dan BPNT tahap 4.
Dilansir dari kanal Klik Bansos, bantuan penebalan Rp400.000 tercatat cair di Kabupaten Bekasi. Sementara itu, KKS lama Bank BNI menerima saldo Rp826.000 untuk PKH tahap 4.
Pencairan BPNT tahap 4 di Bank Mandiri tercatat sebesar Rp600.000. Sementara itu, PKH tahap 4 Bank BRI sudah cair di Belitung dan Sumatera Selatan untuk KKS peralihan dari PT Pos.
PKH Bank BNI juga telah cair senilai Rp2.300.000. Secara umum, pencairan PKH dan BPNT tahap 4 terpantau di wilayah Jawa dan Sumatera.
2. Instruksi Penting dari Kemensos
Kementerian Sosial memberikan beberapa aturan penting agar bantuan diterima utuh dan tidak mengganggu kepesertaan tahap berikutnya.
KKS Merah Putih wajib dimiliki dan disimpan oleh KPM sendiri, tidak boleh disimpan oleh pendamping, kelompok, atau pihak kelurahan.
Pencairan harus dilakukan langsung oleh KPM. Pengecualian hanya diberikan bagi yang sakit atau berhalangan, di mana pencairan dapat diwakilkan oleh saudara terdekat atau orang terpercaya.
Dana bantuan dilarang digunakan untuk game online terlarang, membeli rokok, atau minuman keras.
Pelanggaran terhadap aturan ini akan berakibat pada pencoretan kepesertaan PKH maupun BPNT di tahap selanjutnya.
3. Info Terbaru BLT Rp900.000
Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra senilai Rp900.000, pencairan bulan Oktober 2025 gagal dilakukan karena data penerima belum sepenuhnya siap.
Proses verifikasi dan validasi data diperpanjang hingga 2 November 2025 sehingga pencairan diharapkan dapat terselesaikan pada awal November 2025.
KPM diimbau terus memantau saldo KKS masing-masing dan mengikuti instruksi pemerintah agar bansos dapat dimanfaatkan secara optimal.***
Editor : Eli Kustiyawati