RADAR BOGOR - Memasuki awal November 2025, terjadi lonjakan pencairan bantuan sosial (bansos) tunai PKH BPNT yang signifikan.
Setidaknya ada empat jenis bansos yang sedang disalurkan, ditujukan tidak hanya kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH atau BPNT, tetapi juga kepada masyarakat non-KPM yang tergolong rentan.
Dikutip dari YouTube Nita's TV, KPM diimbau untuk mengecek saldo KKS secara berkala karena potensi saldo yang masuk dapat mencapai jutaan rupiah, terutama bagi KPM bansos PKH BPNT yang menerima rapelan.
1. PKH dan BPNT Tahap 2, 3, dan 4 (Rapelan)
Pencairan Bansos Reguler PKH dan BPNT menjadi yang paling bervariasi, karena mencakup rapelan untuk KPM yang mengalami penundaan (Burekol) dan pencairan Tahap 4.
Penting: Jumlah saldo yang masuk berbeda-beda di setiap KPM, tergantung komponen PKH dan periode rapelan yang diterima. Bank Himbara dan wilayah pencairan juga memengaruhi jadwal.
2. Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra)
BLT Kesra senilai Rp900.000 kini dikonfirmasi telah dicairkan di beberapa KKS Bank Himbara.
Penyaluran KKS: Dimulai sejak akhir Oktober, dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang terpantau paling awal.
Penerima KKS: KPM pemegang KKS yang berada di Desil 1-4 (termasuk KPM PKH/BPNT).
Penyaluran Non-KKS: Bagi masyarakat non-PKH/BPNT yang berhak (Desil 1-4), penyaluran akan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Jadwal pencairan via Pos akan menyusul setelah proses verifikasi data penerima selesai.
3. BLT Dana Desa
Penyaluran BLT Dana Desa (BLT DD) sebesar Rp300.000 per bulan masih berlanjut di akhir Oktober, bergantung pada kebijakan Pemerintah Desa setempat.
Jadwal Desa: Beberapa desa mencairkan bulanan, sementara yang lain mencairkan rapelan 3 bulan sekali.
KPM: Masyarakat miskin/rentan yang ditetapkan oleh Desa dan bukan merupakan penerima Bansos Kemensos (PKH/BPNT).
4. Bantuan Pangan Tambahan (Beras 20 Kg & Minyak Goreng 4 L)
Selain empat bantuan tunai di atas, KPM BPNT juga akan menerima Bantuan Pangan Tambahan (BPT) berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter (rapelan alokasi dua bulan).
Penyaluran bansos non-tunai ini akan masif sepanjang bulan November 2025.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga