RADAR BOGOR – Per 4 November 2025, pencairan bantuan sosial (bansos) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terus berlanjut.
Dikutip dari YouTube Diary Bansos, KPM penerima KKS Bank BNI dilaporkan paling ramai menerima saldo.
Sebagian besar berupa dana BLT Kesra, meskipun pencairan Bansos Reguler (PKH/BPNT) Tahap 4 masih minim.
1. Update Saldo KKS per 3 November 2025
Pantauan terbaru menunjukkan pergerakan saldo di berbagai bank penyalur:
• Bank BNI: BLT Kesra Rp900.000, masih minim laporan saldo masuk Tahap 4.
• Bank BSI: BLT Kesra (sudah cair sebelumnya), PKH/BPNT Tahap 4 sudah cair lebih dulu.
• Bank BRI & Mandiri: Minim saldo masuk hari ini. PKH/BPNT Tahap 4 sudah cair bertahap di Mandiri, BLT Kesra diharapkan menyusul.
KPM KKS Baru (Peralihan Pos):
KPM yang baru menerima KKS (peralihan dari PT Pos) di Bank BNI terpantau bertahap menerima rapelan PKH/BPNT Tahap 2 dan 3, serta dana penebalan BPNT Rp400.000 (alokasi Juni–Juli).
KPM diimbau rutin mengecek saldo KKS masing-masing penerima.
2. Potensi Bantuan Ganda bagi 18 Juta KPM
Sebanyak 18,27 juta KPM berpotensi menjadi penerima manfaat ganda di akhir tahun 2025.
KPM yang dimaksud adalah penerima BPNT dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4 (kelompok termiskin). Mereka berhak menerima:
• Bantuan Reguler: PKH (jika terdaftar) dan/atau BPNT (sembako).
• Bantuan Tambahan Tunai: BLT Kesra sebesar Rp900.000.
• Bantuan Tambahan Pangan: Beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
KPM diingatkan agar bijak dalam memanfaatkan bansos dan tidak menyalahgunakan bantuan ini. Bantuan diberikan untuk meringankan beban pengeluaran dasar keluarga.
3. Update Status Bansos Reguler Tahap 4 di SIKS-NG
Bagi KPM yang Bansos Reguler Tahap 4 (periode Oktober–Desember) belum cair, pembaruan status di SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) menunjukkan perkembangan positif.
Perbedaan status di SIKS-NG antar-KPM, bahkan antara PKH dan BPNT, menunjukkan proses penyaluran di perbankan masih berjalan.
Saldo bansos diperkirakan cair secara merata menjelang pertengahan hingga akhir November, atau paling lambat awal Desember 2025.***