RADAR BOGOR - Pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra pada triwulan keempat 2025.
Langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia, dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan.
Dilansir dari Instagram @kemensosri, DTSEN tersebut telah melalui proses verifikasi, validasi, dan pemutakhiran data secara berkelanjutan bersama Biro Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, serta Pemerintah Daerah sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp900 ribu untuk Oktober, November, dan Desember 2025.
Sebelumnya, pada Juni dan Juli 2025 juga dilakukan penebalan bansos bagi KPM untuk bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau sembako sebesar Rp 400 ribu.
Program ini menjangkau lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat, mencakup penerima bansos reguler dan perluasan.
Jika diasumsikan setiap KPM terdiri dari 4 jiwa, maka program bansos ini akan menjangkau 140 juta jiwa. Ini merupakan bansos terbesar yang pernah disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf membuka ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam proses pemutakhiran data melalui jalur formal maupun jalur partisipasi.
Jalur formal bisa melalui RT, RW, Desa, Kelurahan, Dinas Sosial, ataupun Pendamping-pendamping Sosial.
Sementara jalur partisipasi bisa melalui aplikasi Cek Bansos yang memuat menu Usul dan Sanggah atau bisa juga melalui Command Center 021-171.
Editor : Eka Rahmawati