RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat menjelang akhir tahun 2025.
Melalui Kementerian Sosial, proses pencairan dipercepat agar dana bantuan segera diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Melansir dari kanal Klik Bansos, bantuan yang cair mencakup PKH, BPNT Tahap 4, BLT Kesra Rp900.000, serta bantuan beras dan minyak goreng.
Baca Juga: Produser Lee Soo-man Masuk Asian Hall of Fame 2025, Diakui Sebagai Pelopor K-pop Global
Penyaluran dilakukan lewat bank penyalur BRI, BNI, Mandiri, BSI, serta PT Pos Indonesia untuk penerima non bank.
1. Penyaluran Bantuan Dipercepat Serentak Nasional
Kementerian Sosial memastikan pencairan dilakukan serentak lewat sistem perbankan dan PT Pos agar bantuan tidak menumpuk di akhir tahun.
Baca Juga: Berkontribusi Dalam Pemberdayaan UMKM dan Keuangan Inklusif Desa, BNI Diganjar Penghargaan
Saldo bantuan mulai masuk ke rekening KKS sejak 4 November 2025, baik untuk penerima lama maupun yang baru mendapatkan KKS hasil peralihan dari PT Pos.
2. Bukti Pencairan Sudah Terlihat di Lapangan
Bukti struk pencairan menunjukkan dana sudah masuk di banyak daerah.
Untuk BPNT Tahap 4, penerima di BNI dan BRI menerima Rp600.000, termasuk di Grobogan, Jawa Tengah.
Baca Juga: Kopi Kelotok BSD, Warung Pedesaan dengan Cita Rasa Jawa Tengah di Tengah Kota Tangerang
BLT Kesra Rp900.000 juga telah cair di beberapa wilayah melalui Bank Mandiri, BRI, dan BSI.
Beberapa penerima KKS baru bahkan melaporkan pencairan kumulatif hingga Rp3.500.000 dari berbagai tahap bantuan yang tertunda sebelumnya.
3. Status Bantuan di Sistem Sudah Aktif
Dalam sistem SIKS-NG, BPNT Tahap 4 telah berstatus “berhasil cek rekening”, sedangkan PKH Tahap 4 sudah mencapai tahap “SPM” atau siap bayar.
Untuk penerima BLT Kesra melalui PT Pos, daftar nama sudah muncul dan surat undangan pencairan tengah disebarkan ke sejumlah wilayah.
4. Bantuan Beras dan Minyak Goreng Mulai Didistribusikan
Selain bantuan tunai, bansos beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter juga mulai disalurkan.
Distribusi tahap pertama berlangsung di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Timur, sementara daerah lain segera menyusul setelah proses logistik rampung.
5. Arahan dan Larangan dari Menteri Sosial
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menegaskan agar dana bansos digunakan untuk kebutuhan penting seperti pangan, sekolah, dan kesehatan.
Baca Juga: Wisata Edukasi ke Museum Bank Indonesia Yuk, Belajar Sejarah Ekonomi Melalui Sentuhan Modern
Bantuan tidak boleh dipakai untuk membeli rokok, minuman keras, obat-obatan terlarang, barang mewah, atau bermain game online terlarang.
Ia juga menegaskan bahwa bansos adalah hak rakyat yang harus diterima utuh tanpa potongan dan dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim