RADAR BOGOR – Awal November 2025 menjadi momen penting bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Pasalnya, sejak malam 4 November hingga pagi 5 November 2025, banyak penerima bantuan sosial (bansos) mulai melaporkan bahwa saldo mereka telah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dilansir dari kanal Diary Bansos, program yang paling ramai dicairkan adalah Bantuan Langsung Tunai Sosial Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) sebesar Rp900.000, disusul penyaluran bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4.
1. Pencairan BLT Kesra Rp900.000 Lewat Kartu KKS
Proses pencairan BLT Kesra sudah aktif sejak 4 November malam dan semakin meluas pada 5 November 2025.
Penerima dengan KKS dari Bank BRI dan Bank Mandiri menjadi kelompok yang paling banyak mendapatkan saldo masuk lebih dulu.
Sementara itu, Bank BNI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) juga tengah menyalurkan secara bertahap.
Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2025, sehingga KPM yang belum cair diimbau rutin memeriksa saldo KKS masing-masing.
2. Kriteria dan Pembagian Penerima BLT Kesra
Total penerima bantuan BLTS Kesra mencapai sekitar 35 juta KPM yang termasuk dalam Desil 1 hingga Desil 4, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terbawah.
Dari jumlah tersebut, terdapat dua kategori besar. Pertama, sekitar 18 juta KPM yang sudah menjadi penerima PKH dan BPNT serta memiliki KKS aktif.
Mereka terdiri atas penerima BPNT murni, PKH murni, maupun gabungan PKH-BPNT.
Kedua, sekitar 17 juta masyarakat lain yang juga berada di Desil 1–4, namun belum pernah menerima bansos apa pun.
Untuk kelompok kedua ini, proses penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
3. Penyaluran BLTS Kesra Melalui PT Pos Indonesia
Bagi penerima yang tidak memiliki KKS, PT Pos Indonesia sudah mulai menjadwalkan pencairan BLTS Kesra di berbagai daerah.
Salah satu contoh yang telah dijadwalkan ialah di Kantor Pos Marawola, Kecamatan Marawola, yang dimulai pada Kamis, 6 November 2025.
Jadwal serupa akan segera menyusul di berbagai wilayah lain di Indonesia, dengan target penyaluran selesai sebelum akhir tahun.
Kehadiran penyaluran lewat PT Pos menjadi solusi agar penerima yang belum memiliki rekening tetap bisa mendapatkan bantuan secara merata dan tepat sasaran.
4. Pembaruan Status PKH dan BPNT Tahap 4 di Aplikasi SIKS-NG
Selain BLTS Kesra, pencairan PKH dan BPNT Tahap 4 juga tengah berjalan dan datanya dapat dipantau melalui aplikasi SIKS-NG.
Hingga 5 November 2025, banyak penerima melaporkan status bantuan mereka berada dalam tahap “Proses Cek Rekening”, “Berhasil Cek Rekening”, hingga “SPM” atau Surat Perintah Membayar.
Status tersebut masih menunggu perubahan menjadi “SI” (Standing Instruction) atau “SP2D” (Surat Perintah Pencairan Dana) agar dana benar-benar dapat ditransfer ke rekening penerima.
Untuk wilayah yang menggunakan Bank Mandiri dan BSI, sebagian sudah mulai mencairkan tahap ini, namun prosesnya masih berlangsung bertahap sesuai wilayah.***
Editor : Eli Kustiyawati