Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hati-Hati! Karena Dua Hal Ini, Banyak KPM Gagal Terima Bansos PKH, BPNT, dan Rp900 Ribu, Padahal Dana Sudah Siap Disalurkan

Khairunnisa RB • Kamis, 6 November 2025 | 16:45 WIB
Proses verifikasi penerima bansos PKH BPNT.
Proses verifikasi penerima bansos PKH BPNT.

RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) PKH BPNT dan lainnya, pada Kamis, 6 November 2025.

Penyaluran bansos ini mencakup PKH BPNT tahap 4, BLT Kesra senilai Rp900.000, serta bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

Bansos PKH BPNT dan lainnya tersebut disalurkan melalui bank-bank himbara, seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, serta PT Pos Indonesia bagi penerima non-bank.

Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, pencairan sudah mulai masuk ke sejumlah rekening KKS Merah Putih di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Palembang, Demak, hingga Jawa Timur.

Sejumlah KPM melaporkan bahwa saldo bantuan mereka telah masuk.

Di wilayah Aceh, BLT Kesra Rp900 ribu telah ditransfer melalui Bank BSI, sementara di Palembang dan Demak, bantuan PKH tahap 4 dan BPNT juga mulai dicairkan oleh Bank BRI.

Untuk penerima di bawah PT Pos Indonesia, pemerintah sedang mencetak dan mendistribusikan surat undangan pencairan, yang akan segera diserahkan kepada penerima manfaat.

Diperkirakan lebih dari 7,2 juta KPM akan menerima BLT Kesra lewat PT Pos pada tahap ini.

Meski sebagian sudah menerima, tidak sedikit KPM yang masih menunggu pencairan dana.

Terdapat dua penyebab utama keterlambatan ini:

1.Proses transfer bertahap

Jumlah penerima mencapai 35 juta keluarga, sehingga proses pemindahan dana oleh bank penyalur dilakukan secara bergelombang untuk memastikan ketepatan dan keamanan data.

2. Status Exclude

Pemerintah terus memperbarui data penerima.

KPM yang terbukti tidak menggunakan bantuan sesuai tujuan seperti membeli rokok, alkohol, atau game online terlarang akan otomatis dikeluarkan dari daftar penerima.

Selain bantuan tunai, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan pangan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk 18,3 juta keluarga penerima BPNT.

Distribusi dilakukan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk Jambi, Aceh, Sumatera, hingga Jawa Timur.

KPM yang telah menerima surat undangan diimbau segera mengambil bantuan sesuai jadwal.

Jika bantuan tidak diambil dalam waktu yang ditentukan, kuota bisa dialihkan ke penerima lain yang lebih membutuhkan.

Program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun 2025.

Namun masyarakat juga diminta untuk menggunakan dana bansos sesuai peruntukannya, agar tetap masuk dalam daftar penerima pada tahap berikutnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh