RADAR BOGOR - Melalui kerja sama antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan Kementerian Sosial, penyaluran bansos beras dan minyak goreng.
Selain beras dan minyak goreng, ada juga pencairan bansos BPNT dan BLT tambahan kini mulai direalisasikan di berbagai daerah.
Terkait perkembangan pencairan bansos bulan November 2025, termasuk beras dan minyak goreng, akan diulas sebagai berikut melansir dari kanal Info Bansos.
1. Penyaluran Bantuan Pangan (Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter)
Program bantuan pangan kembali disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat miskin.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng “Minyak Kita”.
Bantuan ini merupakan bagian dari alokasi untuk periode Oktober hingga November 2025.
Pemerintah menegaskan bahwa program ini menyasar rumah tangga miskin dalam kategori Desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) dengan target nasional mencapai 18,27 juta penerima.
Masyarakat juga diingatkan untuk segera mengambil bantuan karena waktu pengambilan hanya diberi tenggang selama lima hari sejak penyaluran dimulai.
2. Daerah yang Telah Memulai Penyaluran Bantuan Pangan
Distribusi bantuan pangan secara resmi telah dimulai sejak akhir Oktober 2025 dan terus meluas hingga awal November. Beberapa wilayah yang telah terverifikasi melakukan penyaluran mencakup:
· DKI Jakarta
· Kabupaten Sorong, Papua Barat
· Kabupaten Pati, Jawa Tengah
· Kabupaten Tanah Datar (Kecamatan Sungai Tarap), Sumatera Barat
· Kota Bandung (Kecamatan Gede Bage), Jawa Barat
· Kota Kediri (Kelurahan Kemasan), Jawa Timur
· Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah
· Kota Singkawang, Kalimantan Barat
· Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat
· Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
3. Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 Rp 600.000
Selain bantuan pangan, pemerintah juga mulai menyalurkan BPNT Tahap 4 dengan nominal Rp 600.000 per penerima.
Berdasarkan pantauan di aplikasi SIKS-NG, sebagian besar daerah masih dalam tahap pengecekan rekening. Namun, sejumlah wilayah telah melaporkan pencairan BPNT tahap ini.
Kabupaten dan kota yang sudah mencairkan antara lain Cianjur, Tasikmalaya, Grobogan, Lombok Timur, Tangerang, Nganjuk, Majalengka, Lampung Tengah, Subang, dan Demak.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI, dan penerimaan dana sudah terlihat di berbagai wilayah lain seperti Kabupaten Bandung, Cirebon, Probolinggo, Malang, Indramayu, Sukabumi, Pemalang, Tuban, Kediri, dan Pasuruan.
4. Penyaluran BLT Tambahan (BLT-S) Rp 900.000
Pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai Tambahan atau BLT-S sebagai bagian dari program penebalan untuk memperkuat daya beli masyarakat pada triwulan keempat tahun ini (Oktober-Desember 2025).
Bantuan ini diberikan kepada penerima yang tercatat dalam kategori miskin Desil 1 sampai 4 pada data DTSN.
Tidak semua penerima BPNT otomatis mendapatkan BLT-S karena seleksi dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi dan data kesejahteraan terkini.
Total nominal bantuan yang diterima KPM yang berhak adalah Rp 1,5 juta, terdiri atas BPNT Rp 600.000 ditambah BLT-S Rp 900.000.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga