RADAR BOGOR - Program bantuan sosial (bansos) kembali jadi sorotan publik setelah pemerintah mulai menyalurkan bansos penebalan, periode Oktober–November 2025. Bukan hanya PKH dan BPNT.
Bansos lain diluar PKH BPNT ini, berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, serta tambahan BLTS Kesra sebesar Rp900 ribu bagi penerima terpilih.
Sejak awal November, berbagai daerah melaporkan telah menerima undangan pengambilan bansos diluar PKH BPNT dari pemerintah.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, diperlihatkan contoh undangan resmi yang disebarkan kepada penerima bantuan sosial penebalan.
Banyak warga yang mengaku sudah menerima panggilan dan tak sabar menukarkan bantuan yang dijanjikan.
Dari BPNT ke Penebalan: Ada Tambahan tapi Uang Tunai Hilang
Program ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari bansos sebelumnya pada Juni–Juli lalu.
Bedanya, kalau dulu penerima mendapat beras 20 kg + uang Rp400 ribu, kini uang tunai itu digantikan dengan BLTS Kesra Rp900 ribu yang disalurkan terpisah.
Namun, tambahan kali ini justru lebih menarik karena ada minyak goreng 4 liter yang ikut diberikan.
18,3 Juta Penerima Disiapkan
Berdasarkan data, total 18,3 juta penerima disiapkan untuk menerima bansos ini. Mereka berasal dari kelompok BPNT dan PKH aktif yang masih terdaftar di BNBA nasional.
Namun, penerima PKH murni dikabarkan belum seluruhnya masuk dalam daftar penerima BLTS Kesra.
Ketika dicek melalui aplikasi SKNG, nama-nama penerima PKH murni banyak yang tidak muncul di daftar penerima BLT, sementara penerima BPNT justru sudah menerima lebih dulu.
Bantuan ini tak bisa diambil sembarangan. Setiap penerima wajib membawa undangan resmi, KTP, dan KK.
Jika penerima berhalangan hadir, bantuan bisa diambil oleh anggota keluarga satu KK dengan membawa dokumen pendukung.
Namun jika diwakilkan oleh orang lain di luar KK, maka harus menyertakan KTP asli dan fotokopi identitas penerima.
Yang paling mengejutkan, jika penerima tidak mengambil bantuan dalam waktu 5 hari, maka bansos tersebut dianggap hangus dan akan dialihkan ke penerima lain.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan bahan pangan akibat penyimpanan terlalu lama.
Sejumlah warga mulai membagikan foto bukti pencairan BLTS Kesra di berbagai platform media sosial.
Mayoritas penerimanya adalah peserta BPNT dan BPNT + PKH, memperkuat dugaan bahwa kelompok ini menjadi prioritas utama.
Masyarakat berharap bansos kali ini bisa menjadi angin segar menjelang akhir tahun, terutama di tengah harga bahan pokok yang terus naik.
Dengan penyaluran yang terus berlangsung di lapangan, masyarakat diimbau untuk aktif mengecek status bantuan melalui aplikasi resmi SIKS-NG dan memastikan tidak melewatkan jadwal pengambilan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga