RADAR BOGOR – Gelombang pertanyaan dari masyarakat terkait Bantuan Langsung Tunai atau BLT Kesra terus membanjiri media sosial dan kolom komentar para kreator konten yang membahas bantuan sosial (bansos).
Banyak warga mengaku sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berwarna merah putih, namun saldo bantuan Rp900.000 yang dijanjikan pemerintah tak kunjung masuk.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, dijelaskan secara rinci alasan mengapa sebagian penerima tidak mendapatkan dana BLT Skesra meski memiliki KKS yang sah.
1. Tidak Semua Pemegang KKS Otomatis Mendapatkan BLT Skesra
Bantuan ini hanya diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam desil 1 hingga desil 5, sesuai hasil verifikasi data kesejahteraan sosial terkini.
Apa Itu BLT Skesra?
BLT Skesra, atau Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial, merupakan tambahan dana penebalan bansos yang diberikan pemerintah pada akhir tahun 2025.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan hidup menjelang akhir tahun.
Setiap penerima yang lolos verifikasi berhak atas bantuan sebesar Rp900.000, yang merupakan akumulasi dari tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember, dengan nominal Rp300.000 per bulan.
2. Pencairan Masih Bertahap
Menurut informasi, salah satu penyebab utama belum cairnya BLT Skesra adalah proses penyaluran yang masih dilakukan secara bertahap.
PKH Murni Belum Dapat BLT Skesra
Faktor lain yang menjadi penyebab adalah status penerima bantuan.
Bagi mereka yang masih terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) murni, ternyata tidak termasuk dalam daftar penerima BLT Skesra.
Namun, ada juga penerima PKH yang kini mulai mendapat BLT Skesra karena telah diverifikasi ulang dan menjadi bagian dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Hal ini menandakan adanya pembaruan status bansos yang terus dilakukan pemerintah.
3. Tereksklusi karena Naik Desil
Hal lain yang mengejutkan adalah adanya penerima bansos yang terhapus (tereksklusi) dari daftar bantuan karena hasil verifikasi terbaru menunjukkan peningkatan ekonomi.
Banyak yang dulunya masuk desil 4, namun setelah dicek ulang, kini berada di desil 6 ke atas. Otomatis datanya dikeluarkan dari penerima BLT Skesra.
Meski begitu, masyarakat diminta untuk tidak panik. Pemerintah disebut masih membuka pencairan susulan dan kemungkinan kebijakan tambahan sebelum akhir tahun.
Masyarakat diimbau agar selalu memeriksa status bansos melalui aplikasi Cek Bansos dan SIK-NG, serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah.***
Editor : Eli Kustiyawati