RADAR BOGOR – Ribuan masyarakat pemilik KKS Bansos (bantuan sosial) kini dibuat bingung.
Sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), tetapi saldo bansos BLT Skesra yang dijanjikan belum juga masuk.
Di sisi lain, sejumlah warga sudah menerima bantuan sebesar Rp900.000. Ada apa sebenarnya?
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, terdapat beberapa alasan di balik fenomena ini.
Tidak sedikit warga merasa dizalimi, padahal secara sistem mereka memang sudah tidak lagi berhak menerima bantuan tersebut.
BLT Skesra: “Bonus” di Luar Bansos Reguler
BLT Skesra merupakan bantuan tambahan dari pemerintah untuk penerima bansos reguler seperti PKH dan BPNT.
Bantuan ini disalurkan untuk tiga bulan terakhir tahun 2025 dengan total Rp900.000 yang dicairkan sekaligus. Namun, tidak semua pemegang KKS otomatis masuk daftar penerima.
Banyak yang Salah Paham Soal Status KKS
Menurut data lapangan, banyak penerima KKS mengira akan otomatis menerima semua jenis bansos. Padahal, status KKS bukan jaminan mutlak.
Beberapa penerima PKH murni tidak mendapatkan BLT Skesra karena datanya belum berubah menjadi penerima BPNT.
Namun, jika sudah ada notifikasi di aplikasi SIKS-NG bahwa statusnya kini mencakup BPNT, peluang menerima BLT Skesra terbuka lebar.
BLT Belum Cair? Bisa Jadi Karena Gelombang Penyaluran
Faktor lain adalah proses pencairan yang tidak serentak.
Meski program ini telah berjalan di seluruh bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI), distribusi dana belum merata. Baru sekitar 45 persen rekening KKS yang terisi.
Banyak yang Dikeluarkan dari Data Karena Ekonomi Naik
Yang mengejutkan, banyak warga tidak sadar bahwa datanya telah tereksklusi otomatis karena hasil verifikasi terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang membaik.
Akibatnya, meskipun sempat menerima bansos di tahap sebelumnya, pada tahap keempat (Oktober–Desember 2025) bantuan BLT Skesra tidak lagi masuk ke rekening mereka.
Ada Harapan Pencairan Susulan
Pemerintah disebut masih memiliki kuota hingga 35 juta penerima dan kemungkinan membuka pencairan susulan atau tambahan melalui PT Pos Indonesia.
Selama status KPM masih aktif dan desilnya rendah, peluang saldo untuk masuk tetap terbuka.
Warga Diminta Aktif Cek Data
Masyarakat diimbau untuk rajin memeriksa status bansos melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos atau SIKS-NG di perangkat desa.
Langkah ini penting untuk memastikan data masih aktif dan masuk kategori penerima yang berhak.
Di akhir video, pembicara menegaskan pentingnya kesabaran dan pembaruan data. Jangan mudah panik atau terprovokasi kabar miring.
Proses pencairan dilakukan secara bertahap dan sistematis. Pastikan Anda memeriksa status desil terbaru agar tidak ketinggalan bantuan.***
Editor : Eli Kustiyawati