RADAR BOGOR - Penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah kini memasuki tahap empat untuk periode akhir tahun 2025.
Program yang meliputi PKH, BPNT, BLTS Kesra, serta bantuan pangan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter ini mulai dicairkan secara bertahap sejak awal November seperti yang dilansir dari kanal Diary Bansos.
Pemerintah menegaskan bahwa meskipun sebagian besar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah menerima bantuan, masih ada wilayah yang belum mendapatkannya.
Seluruh proses distribusi diharapkan tuntas sebelum akhir Desember 2025 agar tidak ada KPM yang tertinggal dalam penyaluran haknya.
1. Jenis Bantuan yang Sedang Disalurkan
Beberapa program bansos utama yang tengah berjalan mencakup:
- PKH (Program Keluarga Harapan) Tahap 4 2025, dengan penyaluran melalui bank-bank yang ditunjuk pemerintah.
- BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) senilai Rp600.000 per KPM untuk tahap keempat, juga disalurkan lewat rekening bank.
- BLTS Kesra (Bantuan Langsung Tunai Sosial Kesra) sebesar Rp900.000 per KPM yang diberikan melalui PT Pos Indonesia.
- Bantuan pangan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, khusus bagi penerima BPNT dan BPNT+PKH.
Setiap bantuan memiliki mekanisme pencairan berbeda, tetapi keseluruhannya tetap ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjelang akhir tahun.
2. Peringatan Penting: Penyebab Bantuan Bisa Dihentikan
Pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan peringatan keras kepada para penerima agar tidak menyalahgunakan dana bantuan.
Beberapa penyebab yang dapat membuat KPM dihapus dari daftar penerima atau di-blacklist antara lain:
- Menggunakan dana untuk game online terlarang, termasuk jika aktivitas tersebut dilakukan oleh anggota keluarga penerima.
- Membeli rokok menggunakan dana bansos, karena bertentangan dengan tujuan program pengentasan kemiskinan.
- Membayar hutang atau cicilan dengan uang bantuan, misalnya di lembaga keuangan mikro seperti Mekar atau MBK Syariah.
Kemensos menegaskan bahwa penyalahgunaan bantuan akan berdampak langsung pada penghentian bantuan untuk periode selanjutnya.
3. Langkah yang Harus Dilakukan Jika Bantuan Belum Cair
Bagi KPM yang belum menerima pencairan, pemerintah mengimbau agar segera melakukan pengecekan melalui operator SIKS NG di desa atau menghubungi pendamping sosial PKH.
Proses ini penting untuk memastikan apakah bantuan tertunda karena kendala administrasi, data rekening, atau hal teknis lainnya.
Melalui sistem SIKS NG, status pencairan bisa diketahui secara akurat sehingga penerima tidak perlu menebak-nebak penyebab keterlambatan dana.
4. Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Mulai Berlangsung
Mulai 7 November 2025, sejumlah daerah telah menerima surat undangan pengambilan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Contoh pelaksanaan penyaluran ini terjadi di Kota Magelang, di mana jadwal pengambilan dilakukan pada hari yang sama dengan penerimaan undangan.
Program ini mencakup 18,27 juta KPM penerima BPNT, baik BPNT murni maupun BPNT yang digabung dengan PKH.
Namun, penerima PKH murni tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan pangan ini karena alokasinya difokuskan untuk penerima bantuan pangan non-tunai.
5. Update Penyaluran BLTS Kesra Rp900.000
Bantuan Langsung Tunai Sosial Kesra sebesar Rp900.000 kini tengah disalurkan oleh PT Pos Indonesia secara bertahap ke seluruh Indonesia.
Program ini ditujukan bagi 35 juta KPM yang berada pada desil 1 hingga desil 4, atau kategori masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah juga menegaskan bahwa KPM yang sempat berstatus “exclude” karena kendala teknis seperti gagal validasi rekening tetap berpotensi menerima bantuan tersebut.
Namun, jika status pengecualian disebabkan oleh pelanggaran seperti penggunaan dana untuk game online terlarang, maka bantuan otomatis dibatalkan dan tidak akan diterima.
6. Update Penyaluran Melalui Bank BNI dan BRI
Untuk bantuan yang disalurkan lewat bank, laporan terbaru menunjukkan bahwa Bank BNI masih belum menyalurkan BPNT tahap empat senilai Rp600.000 per KPM.
Sementara untuk PKH, penyaluran di beberapa wilayah oleh Bank BRI dan BNI juga belum sepenuhnya berjalan, berbeda dengan bank penyalur lainnya yang sudah memulai pencairan.
Kondisi ini menyebabkan sebagian KPM masih menunggu giliran dana masuk ke rekening masing-masing.
Editor : Eka Rahmawati