RADAR BOGOR - Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah mempercepat proses pencairan berbagai bansos yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Bantuan Langsung Tunai Sektor Kesejahteraan (BLTS Kesra) senilai Rp900 ribu.
Dilansir dari kanal Klik Bansos, berbagai bank penyalur seperti BRI, Mandiri, BSI, dan BNI telah mulai menyalurkan dana secara bertahap ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik penerima.
Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sejumlah ketentuan baru, termasuk pembatasan masa kepesertaan PKH maksimal lima tahun, imbauan graduasi bagi keluarga yang telah sejahtera, serta wacana pengalihan bantuan ke program pemberdayaan ekonomi.
1. Pencairan bansos reguler tahap 4 sudah berjalan
Program bansos reguler PKH dan BPNT kini telah memasuki tahap 4 untuk periode Oktober hingga Desember 2025.
Banyak KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dilaporkan mulai menerima saldo di rekening KKS masing-masing. Penyaluran ini menjadi bagian dari tahapan akhir bansos reguler tahun 2025 sebelum pemerintah menutup periode anggaran.
2. Penyaluran melalui KKS lama dan KKS baru
Pemerintah menggunakan dua mekanisme dalam proses pencairan. Sebagian KPM masih menerima bansos melalui KKS lama, sementara sebagian lainnya sudah menggunakan KKS baru hasil peralihan dari sistem penyaluran lewat PT Pos Indonesia.
Bagi pemilik KKS baru, saldo yang diterima mencakup beberapa periode sekaligus, termasuk bansos tahap 2, tahap 3, dan penebalan alokasi Juni-Juli yang sebelumnya tertunda.
3. Total saldo bisa mencapai lebih dari Rp5 juta per KPM
KPM dengan kartu KKS baru dilaporkan berpotensi menerima total saldo hingga lebih dari Rp5 juta. Angka ini termasuk akumulasi dari bansos PKH dan BPNT tahap 2, tahap 3, tahap 4, serta tambahan bantuan BLTS Kesra Rp900 ribu yang disalurkan secara bersamaan.
4. Aturan baru masa kepesertaan maksimal lima tahun
Pemerintah memperbarui aturan kepesertaan dalam program PKH, dengan batas waktu maksimal selama lima tahun.
Bagi penerima yang sudah mendapatkan bantuan lebih dari lima tahun dan masih berusia produktif, disarankan untuk beralih ke program pemberdayaan ekonomi agar dapat membangun kemandirian usaha dan tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
5. Pemutakhiran data penerima di setiap tahap pencairan
Setiap tahap pencairan bansos selalu diiringi dengan proses verifikasi dan pemutakhiran data penerima. Hal ini menyebabkan sebagian KPM mungkin tidak lagi menerima bantuan apabila sudah dinilai tidak layak.
Pemerintah menekankan pentingnya keaktifan KPM dalam memperbarui data kependudukan dan memastikan kelengkapan dokumen agar hak bantuan tidak terhambat.
6. Update pencairan per bank penyalur
Hingga awal November 2025, sejumlah bank penyalur telah melaksanakan pencairan tahap 4 dengan kondisi yang bervariasi. KKS BSI dan Mandiri telah mencairkan PKH dan BPNT tahap 4 secara penuh.
Di KKS BRI, BPNT sudah cair lebih dulu, sementara PKH mulai masuk secara bertahap pada malam hari saat pembaruan data dilakukan. Untuk KKS BNI, pencairan dilaporkan masih menunggu jadwal resmi dari pemerintah.
7. BLTS Kesra Rp900 ribu sudah mulai dicairkan
Bantuan Langsung Tunai Sektor Kesejahteraan (BLTS Kesra) senilai Rp900 ribu juga mulai disalurkan ke rekening KKS penerima dari kelompok desil 1 hingga 4.
Pencairan dilakukan bertahap melalui seluruh bank penyalur Himbara. Sedangkan bagi penerima tanpa KKS, penyaluran BLTS Kesra melalui PT Pos Indonesia dijadwalkan berlangsung pada akhir November hingga awal Desember 2025.
8. Bantuan beras dan minyak goreng ikut disalurkan
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng sebanyak empat liter. Bantuan ini hanya diberikan kepada KPM penerima BPNT sebagai tambahan dukungan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga menjelang akhir tahun.