RADAR BOGOR - Setelah pencairan Bantuan Langsung Tunai Sembako (BLTS) Rp900.000, kini giliran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rp600.000, beras 20 kilogram, dan minyak goreng 4 liter mulai disalurkan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Bansos BLTS untuk KPM ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, khususnya bagi keluarga miskin kategori desil 1 hingga 5 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTKS).
Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, program bansos BLTS 2025 ini menyasar 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp6,5 triliun.
Penyaluran Serentak, Beberapa Daerah Sudah 100%
Penyaluran bantuan pangan dilakukan secara rapel (sekaligus) demi efisiensi logistik. Hingga 7 November 2025, progres nasional sudah mencapai 70–80%.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, beberapa daerah bahkan telah menuntaskan penyaluran:
• Kediri, Jawa Timur – 100% selesai untuk 26.508 KPM dengan total 530,8 ton beras dan 106.164 liter minyak goreng.
• Batam, Kepulauan Riau – 100% tuntas untuk 33.133 KPM dengan 662,6 ton beras dan 132.532 liter minyak goreng.
• Bengkayang, Kalimantan Barat – 80% selesai.
• Probolinggo, Jawa Timur – tahap akhir penyaluran dijadwalkan 11–17 November 2025.
Penerima Harus Bawa Tas Sendiri
Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan aturan teknis pengambilan bantuan, terutama minyak goreng dan beras.
Penerima diwajibkan membawa tas atau wadah sendiri saat pengambilan.
Selain itu, bantuan tidak boleh diambil lebih dari 5 hari setelah pemberitahuan, karena bisa dialihkan ke penerima lain yang lebih membutuhkan.
Bank BNI dan BRI Serentak Salurkan BPNT
Berdasarkan pantauan aplikasi Sistem Neraca Gizi (SNG), BPNT Rp600.000 kini mulai cair di ratusan kabupaten/kota melalui Bank BNI dan Bank BRI.
Bank BNI telah menyalurkan di antara lain Kabupaten Bandung, Cirebon, Kediri, Probolinggo, Sukabumi, hingga Tangerang dan Bekasi.
Sementara Bank BRI menyalurkan di wilayah Cianjur, Lombok Timur, Lampung Tengah, Majalengka, hingga Palembang dan Makassar.
Pemerintah menargetkan penyaluran rampung pada akhir November 2025 dan melakukan evaluasi nasional pada Desember 2025.
Total Bantuan Capai Rp1,5 Juta per KPM
Jika dijumlahkan, setiap keluarga penerima manfaat berpotensi menerima hingga Rp1,5 juta terdiri dari:
• BLTS Rp900.000
• BPNT Rp600.000
• Beras 20 kg
• Minyak goreng 4 liter
Bantuan ini diharapkan mampu meredam tekanan ekonomi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasar.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di akhir 2025.
Jadi, bagi Anda yang terdaftar dalam DTKS, cek segera jadwal penyaluran di wilayah masing-masing, jangan sampai terlewat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga