RADAR BOGOR - Kabar gembira kembali datang untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Pada 8 November 2025, penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT tahap 4 telah resmi dimulai melalui Bank BNI.
Namun ada beberapa fakta lain soal penyaluran bansos reguler PKH dan BPNT tersebut.
Berikut ulasan rincinya terkait pencairan PKH BPNT tahap 4 Bank BNI dan perkembangan bansos lainnya melansir kanal Diary Bansos.
1. PKH Tahap 4 Resmi Mulai Dicairkan Melalui Bank BNI
Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap keempat tahun 2025 telah resmi dimulai.
Bank BNI menjadi salah satu penyalur utama yang mulai mengirimkan dana ke rekening Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) milik para KPM sejak tanggal 8 November 2025.
2. Penerima Diprioritaskan untuk Pemegang KKS Lama
Tahap awal pencairan difokuskan pada KPM pemegang KKS lama, yakni kartu yang diterbitkan pada tahun 2025 ke bawah.
Kelompok ini dianggap telah memiliki data yang stabil dan terverifikasi penuh dalam sistem penyaluran bansos.
Sementara itu, KPM dengan KKS baru atau yang baru beralih dari penyalur lain seperti PT Pos masih menunggu giliran pencairan.
3. Saldo Sudah Masuk ke Beberapa Daerah
Sejumlah daerah sudah melaporkan pencairan masuk ke rekening. Di Jakarta Timur, beberapa KPM menerima bantuan dengan komponen balita dan SD sebesar Rp975.000.
Di wilayah Jakarta Selatan, ada yang menerima Rp1.100.000, bahkan hingga Rp1.125.000. Beberapa penerima lainnya juga melaporkan jumlah pencairan Rp750.000, tergantung komponen keluarga yang tercatat dalam data PKH.
4. Pencairan Dilakukan Secara Bertahap
Penyaluran dana dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan transaksi dan menjaga kestabilan sistem perbankan.
Oleh karena itu, sangat wajar bila ada KPM dalam satu wilayah yang sudah menerima dana, sementara lainnya belum.
Pemerintah menegaskan bahwa semua penerima yang lolos verifikasi akan tetap mendapatkan haknya sesuai jadwal penyaluran masing-masing.
5. Cara Mengecek Saldo KKS BNI
KPM penerima bantuan diimbau untuk rutin mengecek saldo KKS melalui mesin ATM atau agen bank terdekat.
Selain itu, Bank BNI juga menyediakan alternatif digital seperti aplikasi BNI Mobile dan layanan Wondr Bay BNI yang memudahkan penerima memantau saldo langsung dari ponsel tanpa perlu keluar rumah.
6. Solusi Bila Saldo Belum Masuk
Bagi penerima yang belum melihat dana masuk ke rekening, disarankan untuk memeriksa status bansos melalui pendamping sosial di desa atau operator SIKS NG.
Dalam sistem tersebut, dapat dilihat apakah terjadi kendala teknis seperti “gagal cek rekening” atau status lain yang menyebabkan dana belum tersalurkan.
7. Update Pencairan BPNT di Bank Lain
Selain PKH, bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) juga tengah dalam proses pencairan. Untuk sementara, BPNT telah lebih dulu cair di bank lain seperti BRI, BSI, dan Mandiri.
Sementara untuk KPM pengguna Bank BNI, proses pencairan BPNT dipastikan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
8. Penyaluran BLT Kesra atau BTSKR 900 Ribu Rupiah
Program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BTSKR) juga sudah mulai disalurkan di berbagai daerah.
Bantuan tunai ini diberikan kepada penerima yang memenuhi kriteria tambahan dari data terpadu, dengan nominal mencapai Rp900.000 per KPM. Penyaluran BLT Kesra dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun 2025.
9. Bantuan Pangan: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Selain bantuan tunai, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk sekitar 18,27 juta KPM.
Jika penerima asli tidak dapat ditemukan, sudah meninggal dunia, atau dinilai sudah mampu, pihak desa berhak melakukan pengalihan bantuan dengan dasar Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
Editor : Rani Puspitasari Sinaga