RADAR BOGOR - Program bantuan sosial (bansos) PKH BPNT dan lainnya dari pemerintah kembali dicairkan secara serentak pada malam Minggu, 8 November 2025.
Berdasarkan laporan terkini, tiga jenis bansos besar yang sedang cair meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra senilai Rp900.000.
Pencairan bansos PKH BPNT ini berlangsung melalui berbagai bank penyalur seperti BRI, BNI, BSI, dan Mandiri, dengan sistem otomatis yang memungkinkan dana masuk meskipun pada akhir pekan atau hari libur.
Proses pencairan pada hari Sabtu dan Minggu kini bukan hal yang mustahil karena sistem transfer perbankan nasional sudah terintegrasi penuh.
Dilansir dari kanal klik Bansos, sejumlah KPM bahkan dilaporkan menerima saldo pada malam hari, termasuk dini hari, karena sistem tidak mengenal batasan waktu kerja.
Mekanisme ini mempercepat distribusi bansos agar tepat waktu dan merata di seluruh daerah.
1. Bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra Serentak Cair
Bantuan yang sedang cair meliputi PKH dan BPNT Tahap 4 serta BLT Kesra Rp900.000.
Masing-masing program memiliki sasaran berbeda, tetapi umumnya ditujukan untuk KPM dengan kondisi ekonomi terbawah, terutama yang terdaftar dalam desil 1 hingga 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Penerima PKH dan BPNT secara otomatis juga menjadi prioritas penerima BLT Kesra.
2. Bukti Pencairan di Berbagai Wilayah
Banyak laporan masuk mengenai pencairan yang sudah diterima malam itu. Salah satunya adalah KPM dengan KKS tahun 2017 yang menerima PKH Lansia sebesar Rp200.000.
Di Jakarta Selatan, beberapa penerima dari Bank BNI menerima pencairan ganda BPNT dan PKH dengan total mencapai Rp1.200.000.
Daerah lain seperti Tanjung Jaya, Rembang (Jawa Tengah), dan Medan (Sumatera Utara) juga terpantau sudah menerima bantuan. Di Medan, khususnya, BLT Kesra Rp900.000 telah masuk ke rekening KKS milik KPM Bank BRI.
3. Mekanisme Penyaluran dan Target Penerima
Pemerintah menegaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap, sehingga bagi KPM yang belum menerima bantuan diminta bersabar.
BLT Kesra sebesar Rp900.000 menyasar sekitar 35 juta KPM yang berada di desil 1 sampai 4. Dari jumlah tersebut, 18,3 juta merupakan penerima PKH dan BPNT.
Selain itu, masyarakat yang belum pernah menerima bansos tetapi termasuk dalam kategori ekonomi terbawah juga akan mendapatkan bantuan melalui PT Pos Indonesia.
Bagi KPM yang telah tergraduasi namun masih berada di desil 1-4, bantuan tetap disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Penyaluran BLT Kesra melalui PT Pos Indonesia juga mulai dilakukan di berbagai daerah. Mekanisme ini disertai dengan surat undangan resmi yang dikirimkan kepada KPM.
Sementara itu, PKH menargetkan 10 juta penerima, dan BPNT menargetkan 18,3 juta KPM secara nasional.
4. Bantuan Pangan November: Beras dan Minyak Goreng
Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan pada November 2025. Setiap KPM menerima beras sebanyak 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Undangan pengambilan bantuan pangan ini sudah mulai disebarkan di beberapa wilayah Jawa Tengah, disusul oleh pencairan di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, dan Aceh.
Bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
5. Kabar Gembira untuk KPM Usia Produktif di Bawah 40 Tahun (PPSE)
Pemerintah juga menyalurkan program tambahan berupa PPSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi) bagi penerima PKH dan BPNT yang berusia di bawah 40 tahun.
Bagi yang sebelumnya sudah mendaftar melalui pendamping PKH, bantuan modal usaha senilai Rp5 juta kini mulai dicairkan.
Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi bagi KPM produktif agar mereka bisa mengembangkan usaha kecil dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada bansos.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga