RADAR BOGOR – Di tengah maraknya keluhan masyarakat yang kehilangan status penerima bantuan sosial (bansos), muncul fakta mengejutkan.
Sejumlah warga yang datanya telah dihapus (tereksklusi) ternyata masih bisa menerima BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp900.000.
Fenomena ini menjadi sorotan setelah beredarnya video yang membongkar bagaimana sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) bekerja di balik penyaluran bantuan.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, status eksklusi tidak selalu berarti kehilangan hak bantuan sepenuhnya.
Walaupun datanya dinyatakan tidak aktif, kalau desilnya masih rendah, penerima tetap berkesempatan dapat BLTS Kesra.
Sistem Desil Jadi Penentu Baru
Desil merupakan klasifikasi tingkat kesejahteraan ekonomi warga dari 1 hingga 10. Semakin rendah desil, semakin miskin status ekonominya.
Pemerintah kini menggunakan sistem ini untuk menyeleksi siapa yang paling layak menerima bansos.
KPM dengan desil 1–4 dianggap paling membutuhkan dan berpotensi besar menerima BLTS Kesra.
Namun bagi mereka yang berada di desil 5 ke atas, peluangnya kecil kecuali melakukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos.
Menariknya, tidak semua eksklusi terjadi karena pelanggaran, ada juga yang disebut eksklusi alami, misalnya:
• Anak penerima PKH sudah tamat sekolah.
• Kondisi ekonomi membaik.
• Pergantian program dari PKH ke BPNT.
Bagi penerima dengan alasan alami, peluang menerima BLTS Kesra masih ada, tergantung hasil verifikasi terbaru.
PKH Murni Belum Pasti, Tapi Ada Harapan
Sementara itu, banyak penerima Program Keluarga Harapan (PKH) murni bertanya-tanya apakah mereka juga akan mendapatkan BLTS Kesra. Hingga kini, belum ada keterangan pasti, tetapi harapan tetap terbuka.
Beberapa penerima PKH murni yang juga sudah terdaftar di program BPNT sembako ternyata sudah menerima BLT Kesra. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi data antarprogram bisa membuka peluang tambahan.
Kementerian Sosial juga mengeluarkan surat edaran penting. Semua penerima BLTS Kesra wajib menarik uang dari kartu KKS maksimal 30 hari setelah cair.
Jika tidak, dana otomatis dikembalikan ke kas negara. Selain itu, masyarakat diminta untuk memperbaiki kartu KKS yang rusak atau hilang dan rutin memeriksa saldo di ATM.
Gunakan Bantuan dengan Bijak
Pemerintah menekankan bahwa bantuan sosial harus digunakan sesuai tujuan, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan pokok.
Dengan masih panjangnya periode penyaluran hingga Desember, pemerintah berharap BLT Kesra bisa membantu jutaan keluarga di penghujung tahun ini. Siapa tahu, meski datamu sudah dihapus, bantuanmu tetap bisa cair.