RADAR BOGOR – Pemerintah terus mempercepat proses penyaluran bantuan sosial (bansos) di berbagai wilayah Indonesia menjelang akhir tahun 2025.
Berdasarkan laporan terbaru dari kanal Info Bansos pada 9 November 2025, sejumlah program seperti BPNT tahap 4, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, BLT, dan PKH kini tengah berlangsung masif di seluruh daerah. Berikut rangkuman lengkapnya.
1. Program BPNT Tahap 4 (Oktober–Desember 2025)
Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap keempat menjadi fokus utama pemerintah pada akhir tahun ini.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh Rp600.000 untuk alokasi tiga bulan terakhir tahun 2025.
Progres pencairan menunjukkan peningkatan cepat di berbagai wilayah dengan dukungan empat bank penyalur utama, yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
2. Bantuan Pangan: Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng Minyak Kita dikelola langsung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan Kementerian Sosial (Kemensos).
Sasaran program ini mencapai 18,3 juta KPM di 514 kabupaten/kota. Hingga 7 November 2025, progres nasional telah mencapai sekitar 70–80 persen dan terus meningkat setiap harinya.
Sejumlah daerah seperti Kabupaten Kediri dan Kota Batam telah menuntaskan 100 persen penyaluran, sementara wilayah seperti Tanah Datar di Sumatera Barat, Bengkayang di Kalimantan Barat, dan Probolinggo di Jawa Timur sedang berada di tahap akhir.
3. Daerah Pencairan BPNT Tahap 4 melalui Bank BNI
Pencairan melalui Bank BNI kini terpantau aktif di berbagai daerah, meliputi Kabupaten Bandung, Cirebon, Probolinggo, Malang, Indramayu, Sukabumi, Pemalang, Tuban, Kediri, Pasuruan, Magelang, Klaten, Bojonegoro, Bandung Barat, Lamongan, Bekasi, Jombang, Bantul, Ngawi, Kota Tasikmalaya, Tegal, Wonosobo, Bondowoso, Blitar, Kuningan, Sragen, Ponorogo, Gresik, Pamekasan, Wonogiri, Boyolali, Kota Bandung, Tulungagung, Karanganyar, Mojokerto, Lumajang, Trenggalek, Deli Serdang, Kulon Progo, Sidoarjo, Kota Tangerang, Pekalongan, Situbondo, Rembang, Madiun, Semarang, Pacitan, Magetan, Sukoharjo, Purwakarta, Kota Bogor, Kota Semarang, Kudus, Gowa, dan wilayah Jakarta dari Utara hingga Selatan, serta sejumlah daerah lain seperti Surabaya, Maros, Serang, Majene, Tabanan, hingga Kota Yogyakarta.
4. Daerah Pencairan BPNT Tahap 4 melalui Bank BRI
Penyaluran melalui Bank BRI juga berlangsung merata di berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Cianjur, Tasikmalaya, Grobogan, Lombok Timur, Tangerang, Nganjuk, Majalengka, Lampung Tengah, Subang, Demak, Purbalingga, Lampung Selatan, Banjarnegara, Pati, Sumedang, Kota Medan, Lombok Tengah, Sampang, Blora, Lebak, Temanggung, Bangkalan, Palembang, Purworejo, Bandar Lampung, Lombok Barat, Langkat, Polewali Mandar, Timor Tengah Selatan, Buleleng, Batang, Bima, Parigi Moutong, Makassar, Kampar, Banyuasin, Muara Enim, Gorontalo, Asahan, Sambas, Maluku Tengah, Manggarai, Batam, Ogan Ilir, Pangandaran, Lima Puluh Kota, Manggarai Timur, Tapanuli Tengah, Pringsewu, Lombok Utara, Manggarai Barat, Jeneponto, Lahat, Mataram, Agam, Sumbawa, Ende, Jambi, Sumba Timur, Padang, Musi Banyuasin, Padang Pariaman, Karangasem, Labuhan Batu, Timor Tengah, Solok, Mandailing Natal, Luwu Utara, Indragiri Hilir, Sikka, Alor, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
5. Pencairan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI)
Untuk wilayah Aceh, penyaluran BPNT dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Progres di daerah ini menjadi salah satu yang tercepat di Sumatera dan kini tengah menuju tahap penyelesaian akhir.
6. Progres Penyaluran Berdasarkan Wilayah
Di Jawa Tengah, kabupaten seperti Sragen, Brebes, Banyumas, Cilacap, Grobogan, Klaten, Pemalang, dan Gunung Kidul menjadi yang paling cepat dalam pencairan.
Di Jawa Barat, penyaluran aktif di Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Subang, Majalengka, Sukabumi, dan Bogor.
Jawa Timur mencatat kemajuan signifikan di Jember, Probolinggo, Sumenep, Tuban, Kediri, dan Mojokerto.
Untuk wilayah Sumatera, daerah seperti Medan, Palembang, Padang, Solok, Lampung Timur, dan Bengkulu memperlihatkan progres pencairan yang merata.
Sedangkan di kawasan timur Indonesia, Bone (Sulawesi Selatan), Kutai Timur (Kalimantan Timur), Natuna (Kepulauan Riau), dan Tapanuli Utara (Sumatera Utara) juga mencatat perkembangan positif.
7. Program BLT Rp900.000
Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900.000 terus disalurkan secara bertahap kepada masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi dan cuaca ekstrem.
Pencairannya dilakukan bersamaan dengan program bansos lain melalui jaringan perbankan Himbara di seluruh Indonesia.
8. Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH)
Program Keluarga Harapan (PKH) juga disebut masih berjalan aktif. Bantuan ini diberikan dengan nominal berbeda sesuai kategori penerima, meliputi ibu hamil, balita, pelajar SD hingga SMA, penyandang disabilitas, dan lansia.
Penyaluran dilakukan melalui rekening masing-masing penerima di bank Himbara, bersamaan dengan proses BPNT dan bantuan pangan.***
Editor : Eli Kustiyawati