Pencairan Bansos PKH Tahap 4 Mulai Berjalan pada November 2025, Nominal Beragam Sesuai Komponen Keluarga
Yosi Alfa Resti• Senin, 10 November 2025 | 09:54 WIB
Ilustrasi: Uang rupiah pencairan bantuan sosial (bansos)
RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap keempat mulai dilaksanakan secara bertahap kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan lapangan dan sejumlah testimoni dari penerima bantuan sebagaimana dilansir dari YouTube Diary Bansos, sebagian KPM dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI telah menerima saldo masuk.
Sementara itu, sebagian lainnya masih menunggu proses penyaluran lanjutan karena pencairan tidak dilakukan secara serentak.
Nominal bantuan yang diterima oleh setiap KPM berbeda-beda, tergantung komponen anggota keluarga yang terdaftar dalam data DTKS.
Beberapa contoh testimoni menunjukkan, ada KPM yang menerima Rp975.000 untuk komponen Balita dan anak usia Sekolah Dasar.
Ada juga yang melaporkan menerima Rp1.100.000 jika sekaligus terdaftar sebagai penerima PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Sementara itu, ada KPM yang menerima Rp750.000 untuk komponen tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Perbedaan nominal ini wajar, karena PKH memang diberikan berdasarkan kondisi keluarga, bukan dalam jumlah yang sama untuk semua penerima. Adapun komponen PKH mencakup ibu hamil, balita, lansia, disabilitas berat, serta anak sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selain penyaluran PKH reguler, pemerintah juga sedang mempersiapkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai total Rp900.000 untuk alokasi tiga bulan (Oktober, November, Desember).
Namun penting untuk dipahami bahwa BLT Kesra hanya diperuntukkan bagi KPM yang berada pada kelompok ekonomi desil 1 sampai desil 4.
Dengan kata lain, KPM yang masuk kategori desil 5 tidak termasuk penerima bantuan ini. Hal ini guna memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik apabila saldo PKH atau BLT Kesra belum terlihat di rekening bantuan. Penyaluran dilakukan bertahap berdasarkan wilayah, kesiapan administrasi bank penyalur, serta pembaruan data pada sistem kesejahteraan sosial.
KPM disarankan melakukan pengecekan rutin melalui ATM, agen bank, atau perangkat layanan digital seperti BNI Mobile Banking dan aplikasi layanan e-channel yang tersedia.
Selain itu, jika terdapat kendala seperti saldo belum masuk padahal wilayah lain sudah menerima, penerima dapat melakukan konfirmasi kepada pendamping sosial setempat.
Pendamping bertugas memastikan penyaluran berjalansesuai prosedur, tanpa potongan dan tanpa pungutan liar.
Dengan memahami mekanisme pencairan dan sasaran penerima, KPM dapat memanfaatkan bantuan sosial secara tepat sesuai tujuan program, yaitu meringankan kebutuhan dasar keluarga serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***