RADAR BOGOR – Menjelang akhir tahun 2025, perhatian masyarakat kembali tertuju pada pencairan berbagai program bantuan sosial (bansos) yang dijalankan pemerintah.
Salah satu yang paling ditunggu adalah Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-4 yang resmi mulai cair pada 8 November 2025 melalui Bank BNI.
Pencairan kali ini menjadi angin segar bagi jutaan penerima, khususnya pemegang Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) lama yang mendapatkan prioritas utama dalam distribusi dana.
Namun, bagi sebagian KPM dengan KKS baru, terutama yang sebelumnya beralih dari PT Pos, saldo belum terlihat masuk karena proses penyaluran masih berlangsung bertahap sesuai jadwal tiap wilayah dan bank penyalur. Berikut rincian lengkapnya melansir kanal Diary Bansos.
1. Pencairan PKH Tahap 4 Mulai Disalurkan
PKH tahap ke-4 tahun 2025 resmi memasuki masa pencairan pada awal November melalui Bank BNI.
Penerima dengan KKS lama menjadi kelompok pertama yang menerima dana, sementara penerima dengan KKS baru masih menunggu tahap berikutnya.
Pemerintah menegaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap untuk memastikan data penerima valid dan tidak terjadi tumpang tindih.
2. Cara Praktis Mengecek Saldo Bantuan
KPM disarankan untuk selalu mengecek saldo KKS secara rutin agar mengetahui apakah bantuan sudah masuk atau belum.
Pengecekan dapat dilakukan melalui ATM, agen bank terdekat, atau layanan digital seperti Wondr Bay BNI dan BNI Mobile.
Dengan layanan mobile banking ini, KPM tidak perlu datang langsung ke ATM karena seluruh informasi saldo dapat diakses melalui ponsel.
3. Proses Bertahap dan Perbedaan Nominal
Penyaluran PKH dilakukan bergelombang sehingga waktu pencairan di tiap wilayah bisa berbeda.
Di beberapa daerah, nominal bantuan juga bervariasi tergantung komponen yang diterima.
Contohnya, di Jakarta Timur, KPM dengan komponen balita dan SD menerima Rp975.000, sedangkan di Jakarta Selatan nominal yang cair berkisar antara Rp750.000 hingga Rp1.125.000.
Perbedaan ini wajar karena sistem pencairan menyesuaikan kategori dan kebutuhan penerima di masing-masing daerah.
4. Jika Saldo Belum Masuk
KPM yang belum menerima dana meskipun penerima lain di wilayahnya sudah cair disarankan untuk segera melakukan pengecekan ke operator SIKS-NG di desa atau melalui pendamping sosial.
Dari sistem tersebut, penerima dapat melihat status bantuan, termasuk keterangan jika terjadi kendala seperti gagal cek rekening atau kesalahan data yang membuat pencairan tertunda.
5. Update Bansos Lainnya
Selain PKH, pemerintah juga tengah menyalurkan beberapa bantuan lain yang akan terus berlangsung hingga akhir tahun.
Untuk BPNT, pencairan melalui Bank BNI diperkirakan segera menyusul setelah sebelumnya cair lebih dulu di BSI, BRI, dan Mandiri.
BLTS Kesra atau Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat juga mulai cair di seluruh bank Himbara secara bertahap dengan target rampung sebelum akhir Desember 2025.
Sementara itu, bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter telah mulai dibagikan di sejumlah daerah untuk sekitar 18,27 juta penerima.
Jika ditemukan penerima yang sudah tidak memenuhi syarat seperti meninggal, pindah, atau sudah tergolong mampu, maka desa dapat mengalihkan bantuan melalui mekanisme Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).***
Editor : Eli Kustiyawati