RADAR BOGOR – Kementerian Sosial RI dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan konsolidasi data.
Groundcheck Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dilakukan untuk memastikan data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah benar-benar akurat, mutakhir, dan tepat sasaran.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyatakan bahwa selama 10 hari terakhir Kementerian Sosial RI telah melakukan groundcheck pada penerima bansos reguler yang jumlahnya lebih dari 18 juta, serta pada penerima baru BLTS dengan total alokasi mencapai lebih dari 35 juta KPM.
“Saya dapat sampaikan hasil pemutakhiran bersama BPS dan juga Dinsos. Jadi, total KPM desil 1–4 sebanyak 35.046.783. KPM bansos reguler desil 1–4 ada 16.300.000, sementara KPM baru BLTS sebanyak 18.700.000. Untuk KPM bansos reguler yang nantinya otomatis juga akan menerima BLTS dari desil 1–4, verifikasi dan validasinya sudah selesai, dan penyaluran sudah mulai dilakukan secara bertahap,” ujar Saifullah Yusuf.
KPM baru BLTS desil 1–4 berjumlah 18,7 juta. Dari jumlah tersebut, 16,8 juta KPM telah diverifikasi.
Hasilnya, 12,6 juta KPM dinyatakan layak, sementara 4,2 juta tidak layak. Adapun sisanya, yaitu 1,9 juta KPM, masih dalam proses verifikasi.
Melalui proses groundcheck, para pendamping sosial melakukan verifikasi langsung kepada penerima manfaat bansos reguler maupun Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap data mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Berdasarkan hasil verifikasi, sejumlah KPM diketahui sudah tidak memenuhi kriteria, dan akan digantikan oleh masyarakat lain yang lebih berhak.
Kementerian Sosial RI juga telah menyiapkan data calon pengganti bagi KPM yang tidak memenuhi syarat.
Kriteria prioritas KPM pengganti adalah sebagai berikut:
• Lansia atau penyandang disabilitas yang tinggal sendiri di rumah tidak layak huni.
• Keluarga dengan rumah tidak layak huni dan daya listrik 450 watt atau 900 watt.
• Kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau bekerja serabutan.
“Kalau ada data yang meragukan, kita akan cek ulang agar data semakin akurat,” tegas Saifullah Yusuf.***
Editor : Eli Kustiyawati