RADAR BOGOR – Kabar gembira bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Kementerian Sosial (Kemensos) resmi memerintahkan empat bank Himbara dan PT Pos Indonesia untuk mempercepat pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap keempat tahun 2025.
Pencairan ini dilakukan secara bertahap dan masif di berbagai wilayah sejak awal November, dengan gelombang besar terjadi antara 7–10 November 2025.
Program bantuan sosial kali ini bukan hanya BPNT tunai, melainkan juga mencakup bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola oleh Perum Bulog atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bantuan tersebut menyasar sekitar 18,27 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp6,5–7 triliun.
Penyaluran Beras dan Minyak Goreng Dimulai di Sejumlah Wilayah
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos per 10 November 2025, penyaluran pangan telah berlangsung di berbagai daerah.
Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah yang telah memulai pengecekan stok beras dan minyak goreng untuk lebih dari 81.000 KPM sejak 9 November.
Selain itu, kawasan Solo Raya meliputi Surakarta, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Boyolali juga sudah menyalurkan 9.630 ton beras dan 1,9 juta liter minyak goreng.
Penyaluran juga terpantau aktif di Kota Kediri, Bandung, Singkawang, Sambas, hingga Jakarta.
Meski belum semua daerah melaporkan secara resmi, Kemensos memastikan proses masih berlangsung hingga akhir November.
Saldo Rp600.000 Mulai Masuk ke Rekening KKS
Selain bantuan pangan, BPNT tunai senilai Rp600.000 untuk tiga bulan juga mulai masuk ke rekening KPM.
Di media sosial, banyak warga melaporkan saldo mereka telah bertambah di rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik bank Himbara.
Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi yang tercepat, telah menyalurkan sekitar 85% bantuan sejak awal bulan.
Disusul oleh Bank BRI, BNI, dan Mandiri yang kini memasuki fase puncak penyaluran di sejumlah wilayah.
Wilayah yang sudah cair antara lain:
• Jawa Barat: Cianjur, Majalengka, Tasikmalaya, Subang, Pangandaran
Baca Juga: Kementerian Sosial RI dan BPS Konsolidasi Data Penerima Bansos agar Semakin Tepat Sasaran
• Jawa Tengah: Banjarnegara, Blora, Demak, Pati, Temanggung
• Jawa Timur: Bangkalan, Nganjuk, Sampang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya
• DKI Jakarta: seluruh kota administratif termasuk Kepulauan Seribu
• Banten & Bali: Tangerang, Serang, Badung, Gianyar, Denpasar
Baca Juga: Dua Golongan KPM Bansos PKH BPNT akan Cair Duluan, Saldo KKS akan Terisi Kembali Secepatnya
Bantuan Pendidikan dan Sosial Juga Mengalir
Tak hanya BPNT, Kemensos juga memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) masih cair hingga akhir tahun.
Siswa SD menerima hingga Rp450.000–750.000, SMP Rp750.000, dan SMA Rp1,8 juta per tahun.
Selain itu, Bantuan Atensi Anak Yatim Piatu senilai Rp600.000 per tiga bulan juga mulai dicairkan.
BSU Tidak Akan Cair Lagi
Namun, masyarakat diimbau untuk tidak termakan isu hoaks tentang kembalinya BSU (Bantuan Subsidi Upah).
Pemerintah menegaskan tidak ada pencairan BSU tahap kedua tahun ini, meski sempat beredar kabar akan cair menjelang akhir tahun.
Dengan berbagai program bantuan ini, pemerintah berharap dapat menjaga ketahanan ekonomi keluarga prasejahtera di tengah tantangan harga pangan dan ekonomi global menjelang akhir tahun 2025.***
Editor : Eli Kustiyawati