RADAR BOGOR – Menjelang akhir tahun 2025, kabar gembira menyelimuti jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial resmi menggelontorkan dana jumbo hingga Rp7 triliun untuk tiga program sekaligus, yakni BPNT, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta BLT Kesra.
Langkah ini dilakukan setelah empat bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI) serta PT Pos Indonesia menerima perintah resmi untuk menyalurkan dana bantuan tahap keempat.
Proses pencairan dimulai sejak awal November dan kini memasuki puncak distribusi nasional.
Beras 20 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter untuk 18 Juta Keluarga
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng telah didistribusikan ke 18,27 juta keluarga penerima manfaat.
Bantuan ini merupakan bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, beberapa wilayah yang telah menerima bantuan antara lain:
- Blora, Jawa Tengah: 81.000 KPM
- Solo Raya (Surakarta, Sragen, Klaten, Boyolali): 9.630 ton beras dan 1,9 juta liter minyak
Kediri, Bandung, Singkawang, Sambas, Jakarta: distribusi masih berlangsung hingga akhir November
Saldo Rp600.000 dan Rp900.000 Masuk KKS
Selain bantuan pangan, BPNT tunai senilai Rp600.000 untuk tiga bulan juga mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Di beberapa wilayah, penerima juga mendapatkan BLT Kesra sebesar Rp900.000 sehingga total dana bantuan bisa mencapai Rp1,5 juta per keluarga.
Penyaluran paling cepat dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), diikuti oleh BRI dan BNI yang kini mulai menyalurkan bantuan ke seluruh provinsi, termasuk:
- Jawa Barat: Bandung, Bekasi, Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi
- Jawa Tengah: Jepara, Kudus, Purbalingga, Semarang, Magelang
- Jawa Timur: Malang, Jombang, Pasuruan, Tulungagung, Surabaya
- Banten, Bali, Yogyakarta, hingga DKI Jakarta
Tambahan Bantuan: Pendidikan dan Anak Yatim
Pemerintah juga memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) cair hingga akhir tahun.
Bantuan ini menyasar siswa dari keluarga miskin dengan nominal:
- SD: Rp450.000–Rp750.000
- SMP: Rp750.000
- SMA: Rp1,8 juta
Selain itu, bantuan rehabilitasi sosial untuk anak yatim piatu juga mulai dicairkan sebesar Rp600.000 per tiga bulan.
BSU Tidak Lanjut Tahun Ini
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan tidak ada lagi Bantuan Subsidi Upah (BSU) hingga akhir tahun 2025.
Warga yang belum menerima bantuan diminta segera memeriksa ke kantor desa atau kelurahan terdekat.
Proses penyaluran masih berlangsung hingga akhir November, sehingga masih ada peluang bagi masyarakat yang belum menerima undangan pencairan.
Dengan cairnya berbagai bansos besar ini, pemerintah berharap dapat memperkuat daya beli rakyat kecil dan menekan angka kemiskinan menjelang tahun 2026.***
Editor : Eli Kustiyawati