Pencairan Bansos PKH, BPNT, dan BLT Kesra Bertahap, KPM Diminta Pantau Saldo Secara Berkala Jangan Sampai Terlewat
Yosi Alfa Resti• Selasa, 11 November 2025 | 19:26 WIB
Ilustrasi: Petugas pendamping sosial saat melakukan pendataan.
RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk periode akhir tahun 2025 masih terus berlangsung secara bertahap di berbagai daerah.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan bahwa pencairan telah mulai masuk terutama melalui Bank BNI, diikuti oleh sebagian wilayah yang menggunakan Bank BRI sebagaimana laporan yang dilansir dari YouTube Ariawanagus.
Bantuan yang tengah dicairkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ke-4, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap ke-4, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000, hingga bantuan tambahan senilai Rp400.000 untuk beberapa kategori penerima.
Proses pencairan berlangsung bertahap setiap hari dan diperkirakan akan meningkat signifikan pada pertengahan November, terutama setelah akhir pekan.
Program PKH tahap keempat diberikan sesuai komponen anggota keluarga dalam satu KPM, seperti ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah (SD, SMP, SMA), lansia, dan penyandang disabilitas berat.
Nominal yang diterima tiap KPM dapat berbeda tergantung jumlah dan jenis komponen. Sementara itu, BPNT tahap keempat diberikan dalam bentuk saldo/hak pembelian sembako dengan nilai Rp200.000 per bulan, atau Rp600.000 untuk alokasi tiga bulan sekaligus.
Selain bantuan tersebut, pemerintah juga menyalurkan BLT Kesra sebesar Rp900.000 yang diberikan khusus untuk keluarga dalam kategori desil 1 hingga 4, sesuai data kesejahteraan sosial.
KPM di kategori desil 5 tidak termasuk dalam penerima bantuan ini. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan status pada aplikasi SIKS-NG atau melalui pendamping sosial desa atau kelurahan agar mengetahui apakah termasuk dalam daftar penerima tambahan.
Bantuan Pendidikan Indonesia Pintar (PIP) juga telah mulai dicairkan pada bulan berjalan, baik untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA.
Proses pencairan PIP dilakukan melalui bank penyalur atau sekolah sesuai ketentuan yang berlaku dan akan berlanjut hingga akhir tahun. KPM yang memiliki anak sekolah dianjurkan memastikan data aktif pada aplikasi Dapodik.
Sementara itu, undangan untuk Bantuan Pangan Tahun 2025 (non-tunai) mulai dibagikan oleh pemerintah desa/kelurahan.
Bantuan ini berupa beras dan minyak goreng yang akan disalurkan oleh Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan Perum Bulog. Jadwal penyaluran dilakukan bertahap berdasarkan kesiapan logistik daerah masing-masing.
KPM dihimbau untuk rutin mengecek saldo kartu KKS melalui ATM, agen bank, e-warong, atau layanan mobile banking seperti Wonder by BNI untuk mempercepat pengecekan tanpa harus mengantri.
Jika saldo belum masuk, tidak perlu panik, karena penyaluran dilakukan tidak serentak pada satu hari.
Pastikan bantuan digunakan sesuai peruntukannya seperti kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan keluarga. Bantuan sosial tidak boleh diperjualbelikan, dipotong, atau dipindahtangankan kepada pihak lain.***