RADAR BOGOR - Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) resah lantaran saldo bantuan sosial (bansos) mereka belum juga masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), padahal beberapa tetangga sudah lebih dulu cair.
Namun, dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, banyaknya KKS milik KPM bukan kesalahan sistem bank, melainkan akibat proses penyaluran yang dilakukan secara bertahap oleh pemerintah pusat.
Hal tersebut karena tidak semua bansos langsung cair bersamaan ke KKS milik KPM. Prosesnya bertahap sesuai validasi data Kemensos.
Penyaluran Masih Berlangsung Hingga Akhir Tahun
Saat ini, PKH, BPNT, dan BLT Kesra Rp900.000 masih dalam tahap pencairan ke rekening penerima melalui Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BSI) dan PT Pos Indonesia.
Pihak Kemensos menargetkan seluruh penyaluran selesai sebelum akhir Desember 2025.
Sementara itu, bagi penerima yang belum mendapatkan transfer dana, disarankan untuk mengecek status bansos melalui pendamping sosial PKH atau operator SIKS-NG di desa masing-masing.
Kalau status di sistem ‘SI’, tandanya saldo sebentar lagi akan masuk. Tapi kalau ‘SPM’ atau ‘Berhasil Cek Rekening’, berarti masih dalam tahap proses verifikasi.
Cara Cek dan Atasi Masalah Pencairan
Pemeriksaan status bansos hanya bisa dilakukan melalui sistem SIKS-NG milik Kemensos, yang dikelola oleh operator desa dan pendamping sosial.
Jika status menunjukkan “Gagal Cek Rekening”, biasanya data penerima tidak sesuai antara Dukcapil dan data perbankan.
Langkah-langkah yang bisa ditempuh antara lain:
• Cek dan perbarui Kartu Keluarga (KK) di Dukcapil setempat.
• Pastikan nama, NIK, dan alamat sesuai dengan data rekening.
• Jika status “exclude”, segera usulkan ulang penerimaan bansos ke desa pada tanggal 1–10 tiap bulan.
KPM yang masih layak tapi desil ekonominya tinggi (6–10) bisa minta pembaruan data lewat aplikasi Cek Bansos. Cukup buat akun pribadi dan update profil.
Hal yang perlu diingat agar penerima menggunakan dana bansos sesuai peruntukan.
Ada sejumlah kasus penerima dicabut bantuannya karena terindikasi menjual atau memindahtangankan bantuan.
Penerima yang merasa tidak bersalah bisa membuat berita acara klarifikasi di desa agar haknya dipulihkan.
Bantuan Pangan dan KKS Susulan
Selain bansos uang tunai, pemerintah juga menyalurkan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Jadwal pengambilan berbeda-beda di tiap desa, dan KPM wajib hadir tepat waktu.
Sementara itu, di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, akan dilaksanakan pembagian KKS susulan gelombang kedua pada 13 November 2025.
Penerima wajib datang sendiri, membawa KTP dan KK asli.
Tidak boleh diwakilkan kecuali dalam kondisi sakit atau disabilitas, di mana pihak bank akan melakukan kunjungan langsung ke rumah.
Dengan berbagai pembaruan dan proses verifikasi yang terus berjalan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bansos tepat sasaran dan tepat waktu.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga