RADAR BOGOR - Banyak KPM belakangan mengeluh karena nama mereka tidak muncul sebagai penerima bansos BLT Kesra Rp900.000.
Padahal, mereka merasa sudah memenuhi syarat sebagai KPM Bansos BLT Kesra.
Ternyata, pemerintah memiliki empat alasan tegas mengapa seseorang bisa dicoret dari daftar KPM bansos BLT sementara kesejahteraan rakyat (Kesra).
Berikut ini penjelasan lengkapnya sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial.
1. Dinilai sudah mampu secara finansial
Program BLT Kesra diperuntukkan hanya bagi masyarakat miskin dan rentan miskin.
Warga yang sudah memiliki penghasilan tetap, aset bernilai tinggi, atau gaya hidup yang tidak mencerminkan kondisi ekonomi sulit akan otomatis dikeluarkan dari daftar penerima.
Pemerintah kini semakin ketat melakukan verifikasi agar bantuan tidak salah sasaran dan benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan.
2. Pindah tempat tinggal tanpa lapor
Kesalahan umum berikutnya adalah pindah alamat tanpa memperbarui dokumen kependudukan.
Dengan sistem DTS yang sudah digital, data penerima bansos otomatis disinkronkan dengan alamat yang tercatat di KTP.
Jika anda sudah pindah rumah tetapi belum memperbarui data, maka bantuan tidak akan dikirim ke alamat lama, dan status Anda akan dihapus sebagai penerima aktif.
3. Tidak ditemukan saat penyaluran oleh PT Pos Indonesia
Penerima BLT Kesra yang distribusinya dilakukan oleh PT Pos Indonesia wajib berada di lokasi sesuai alamat resmi.
Bila saat petugas datang nama penerima tidak ditemukan, maka bantuan akan dibatalkan dan dikembalikan ke kas negara.
Bahkan, untuk penerima yang menggunakan kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera), saldo bantuan yang tidak ditarik selama 30 hari juga akan dianggap hangus dan digantikan untuk warga lain yang lebih layak.
4. Tidak termasuk dalam desil 1-4
Desil menjadi acuan penting untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan.
Desil 1 hingga 4 mencerminkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Jika anda berada di desil 5 ke atas, maka peluang untuk menerima BLT Kesra sangat kecil.
Namun, ada solusi anda bisa mengajukan pembaruan data melalui operator SNG setempat agar desil diperbarui sesuai kondisi terbaru.
Pemerintah menegaskan pentingnya memeriksa status bansos secara berkala melalui aplikasi Cek Bansos atau platform resmi Kemensos.
Langkah pembaruan data menjadi kunci utama agar bantuan tidak salah sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang sebenarnya sudah mampu.
Empat kategori di atas menjelaskan dengan gamblang mengapa banyak warga gagal menerima BLT Kesra Rp900 ribu.
Pemerintah mendorong masyarakat untuk jujur, aktif memperbarui data, dan memahami mekanisme desil, agar penyaluran bantuan bisa tepat sasaran dan transparan.