RADAR BOGOR - Ribuan warga di berbagai daerah tampak memadati lokasi penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH BPNT sejak pagi ini, Kamis, 13 November 2025.
Antusiasme masyarakat meningkat setelah kabar pencairan bantuan ganda dari pemerintah mulai dari bansos PKH, BPNT tahap 4, BLT Kesra Rp900.000, hingga beras 20 kg plus minyak goreng 4 liter.
Pemerintah memastikan seluruh penyaluran bansos PKH BPNT dan lainnya dilakukan berdasarkan hasil verifikasi terbaru agar bantuan lebih tepat sasaran.
Pantauan hingga Kamis siang menunjukkan saldo KKS Merah Putih milik sebagian KPM sudah mulai terisi.
Pencairan dilakukan bertahap melalui bank penyalur, dan masyarakat diminta tidak khawatir jika saldo belum masuk hari ini.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menekan angka kemiskinan dan menjaga ketahanan pangan nasional di akhir tahun 2025.
Dilansir dari kanal YouTube KLIK BANSOS, total penerima manfaat untuk PKH mencapai 10 juta keluarga, sedangkan BPNT menyasar 18,3 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Selain bantuan tunai, program bantuan pangan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng juga sudah mulai digulirkan.
Berdasarkan laporan lapangan, undangan pencairan telah disebarkan ke sejumlah desa dan kelurahan sejak pekan lalu.
Namun, KPM diingatkan untuk segera mengambil bantuan sesuai jadwal yang tertera dalam undangan.
Jika tidak dicairkan dalam waktu lima hari, bantuan pangan bisa hangus dan dialihkan ke penerima lain.
Kemensos juga melakukan verifikasi ketat terhadap data penerima.
Dari hasil pemutakhiran, sebanyak 4,2 juta KPM dinyatakan tidak layak menerima bansos, dan akan segera digantikan oleh keluarga lain yang memenuhi kriteria seperti lansia, disabilitas tunggal, dan keluarga berpenghasilan rendah.
Dengan pencairan serentak ini, masyarakat diharapkan dapat menggunakan bantuan secara bijak.
Pemerintah mengingatkan agar dana bansos tidak disalahgunakan untuk keperluan yang tidak mendesak.
Program bansos tahap 4 ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga kesejahteraan masyarakat menjelang akhir tahun, di tengah tantangan ekonomi yang masih fluktuatif.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga