RADAR BOGOR – Kabar gembira datang dari seluruh penjuru negeri.
Setelah penantian panjang, pemerintah akhirnya mencairkan BPNT tahap keempat tahun 2025 yang ditunggu-tunggu jutaan keluarga penerima manfaat.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, disebutkan bahwa pencairan sudah berlangsung mulai Kamis, 13 November 2025.
Bank BNI menjadi lembaga penyalur utama dalam proses kali ini.
Masyarakat yang memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) diminta segera memeriksa saldo mereka karena banyak testimoni menunjukkan adanya tambahan dana Rp600.000 yang masuk secara tiba-tiba.
Proses pencairan ini dimulai sejak siang hari dan terus meningkat hingga malam.
Banyak penerima yang langsung mengonfirmasi adanya saldo baru setelah mengecek melalui ATM atau aplikasi perbankan digital.
Wilayah-wilayah seperti Bali, Tangerang Selatan, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bekasi, hingga Bogor menjadi daerah yang paling banyak melaporkan pencairan.
Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, laporan datang dari Magelang, Karanganyar, Mojokerto, Gresik, hingga Surabaya.
Namun, bukan hanya wilayah Jawa yang mendapat kabar baik.
Penerima manfaat di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Maluku, hingga Papua juga mulai merasakan hal yang sama.
Laporan dari Jayapura dan Halmahera Barat, misalnya, menunjukkan bahwa dana BPNT sudah berhasil masuk ke rekening mereka.
Yang tak kalah menarik, bersamaan dengan cairnya BPNT tahap keempat, pemerintah juga menggelar penyaluran bansos tambahan berupa paket beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Bantuan tambahan ini diberikan kepada penerima BPNT dan PKH yang termasuk dalam kategori ekonomi bawah (desil 1–5).
Distribusi sembako ini telah dimulai di sejumlah daerah, seperti Cilacap, Pringsewu, dan beberapa wilayah di DKI Jakarta.
Jadwal pembagian akan terus berlanjut secara bertahap hingga minggu keempat bulan Desember 2025.
Penyaluran ini merupakan bagian dari program penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Dengan adanya bantuan ganda, tunai dan pangan, diharapkan keluarga penerima manfaat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah naiknya harga bahan pokok.
Di berbagai grup media sosial penerima bantuan, suasana haru dan gembira terlihat jelas.
Banyak warga mengaku tak menyangka saldo mereka bertambah tepat saat kebutuhan rumah tangga sedang meningkat.
Beberapa bahkan membagikan tangkapan layar bukti saldo masuk, disertai ucapan syukur.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah diminta tetap melakukan pengawasan agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pencairan BPNT tahap keempat ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan sosial yang selama ini menjadi tumpuan banyak keluarga.
Dengan semakin luasnya daerah penerima dan tambahan bantuan pangan yang menyertainya, akhir tahun 2025 menjadi momen yang sangat dinantikan oleh jutaan warga Indonesia.***
Editor : Eli Kustiyawati