RADAR BOGOR – Menjelang akhir tahun 2025, berbagai laporan datang dari penerima bantuan sosial (bansos) di seluruh Indonesia, khususnya mereka yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI.
Melansir dari kanal Kabar Bansos, bank penyalur resmi telah mulai mencairkan sejumlah bantuan reguler seperti PKH dan BPNT Tahap 4, sementara beberapa bantuan tambahan masih dalam proses. Berikut penjelasan lengkapnya per poin.
1. Pencairan Bansos Reguler PKH dan BPNT di Bank BNI
Pada pertengahan November 2025, saldo bantuan sosial reguler mulai masuk ke rekening penerima KKS BNI.
Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan bahwa saldo BPNT sebesar Rp600.000 telah aktif untuk Tahap 4, mencakup periode Oktober hingga Desember 2025.
Selain itu, bantuan PKH juga sudah masuk ke sebagian rekening penerima lama. Kedua bantuan ini menjadi bagian dari penyaluran bansos triwulan terakhir yang digulirkan menjelang akhir tahun.
2. Empat Jenis Bansos yang Masuk KKS di Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, pemerintah menyalurkan empat jenis bantuan sosial utama melalui kartu KKS.
Pertama, PKH (Program Keluarga Harapan) yang diberikan kepada keluarga miskin dengan komponen tertentu seperti anak sekolah, ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, dan lansia.
Kedua, BPNT atau bantuan sembako yang diberikan dalam bentuk saldo untuk kebutuhan pangan pokok.
Ketiga, bantuan penebalan sebesar Rp400.000 yang sempat dicairkan pertengahan tahun sebagai tambahan dana bantuan.
Keempat, BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat) sebesar Rp900.000 yang ditujukan bagi penerima dengan kategori ekonomi sangat miskin.
3. Perbedaan Status Pencairan Antara KKS Lama dan KKS Baru
Ada perbedaan mencolok dalam status pencairan antara pemegang KKS lama dan KKS baru.
Penerima KKS lama, yang sejak lama menerima bansos melalui rekening BNI, kini sedang menikmati pencairan Tahap 4 untuk PKH dan BPNT. Mereka juga menjadi kelompok pertama yang menerima BLT Kesra Rp900.000, selama masih termasuk dalam desil 1–4.
Sementara itu, penerima KKS baru yang sebelumnya menerima bantuan tunai lewat PT Pos kini sedang dalam proses pencairan Tahap 2 dan Tahap 3 serta bantuan penebalan Rp400.000.
Namun, untuk Tahap 4 dan BLT Kesra Rp900.000, statusnya masih “proses cek rekening” dalam sistem SIKS-NG dan belum bisa dicairkan.
4. Status KKS Baru untuk Tahap 4 dan BLT Kesra
Bagi pemilik KKS baru, tahap pencairan keempat belum dapat dilakukan karena sistem masih dalam tahap verifikasi data.
Banyak penerima baru yang mengalami status “proses cek rekening” di sistem. Pemerintah memastikan pencairan akan dilakukan setelah data penerima benar-benar sinkron dan valid di sistem perbankan.
5. Bantuan Tambahan Lainnya: Beras dan Minyak Goreng
Selain bansos reguler, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng bagi penerima BPNT.
Bantuan ini mulai disalurkan pada bulan November sebagai bentuk dukungan komplementer untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di akhir tahun. Distribusinya dilakukan secara bertahap di berbagai daerah melalui gudang Bulog dan agen e-warung.
6. Penyaluran BLT Kesra melalui PT Pos Indonesia
Bagi masyarakat dengan desil 1–4 yang tidak terdaftar dalam PKH maupun BPNT, bantuan BLT Kesra sebesar Rp900.000 tetap disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Mekanisme ini dilakukan secara tunai dengan verifikasi langsung oleh pihak desa atau kelurahan.
Proses penyaluran dilakukan setelah data penerima diverifikasi ulang untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan penerima bantuan lain.
7. Pentingnya Status Desil dalam Penentuan Penerima Bansos
Salah satu hal penting yang dijelaskan adalah sistem desil, yaitu indikator kesejahteraan keluarga yang menentukan kelayakan penerima bantuan.
BLT Kesra hanya diberikan kepada mereka yang berada di desil 1 sampai 4. Sementara itu, warga di desil 5 sampai 10 tidak akan menerima bantuan karena dianggap lebih sejahtera.
Bagi masyarakat yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya disarankan untuk melakukan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos atau melapor langsung ke operator SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan agar dapat dilakukan survei ulang.***