RADAR BOGOR - Pada pertengahan November 2025 proses penyaluran bantuan sosial (bansos) bergerak semakin masif karena tiga program utama mulai dicairkan hampir bersamaan di berbagai daerah.
Dilansir dari kanal Info Bansos, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 bernilai Rp600.000 melalui bank Himbara sudah terpantau mengalir di ratusan wilayah, sementara penyaluran bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng terus menunjukkan progres dengan capaian yang berbeda di tiap provinsi.
Selain itu, mekanisme pencairan melalui PT Pos kembali digunakan untuk wilayah khusus yang tidak terjangkau layanan perbankan, sehingga beberapa jenis bantuan diterima sekaligus dalam satu jadwal pencairan.
Keseluruhan rangkaian ini membuat jutaan KPM kini berada pada fase penantian aktif terhadap jadwal penyaluran di daerah masing-masing.
1. Penyaluran Bantuan Pangan 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
Alur penyaluran bantuan pangan tahun ini menunjukkan pergerakan yang kuat karena volume penerima sangat besar dan cakupan wilayahnya meliputi hampir seluruh Indonesia. Program ini terus dipercepat menjelang batas akhir distribusi akhir November.
Bantuan pangan menargetkan 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia dengan pembagian beras 20 kilogram dan minyak goreng empat liter setiap penerima, sehingga kebutuhan pokok dapat terbantu selama dua bulan alokasi.
Penyaluran dimulai sejak akhir Oktober dan ditargetkan selesai pada akhir November 2025 sehingga daerah terus mempercepat proses distribusi.
Madiun mencatat penyaluran di 18 desa, sedangkan Sibolga, Toli-toli, dan beberapa wilayah di Kalimantan Timur masih berada pada fase rapat koordinasi dan finalisasi distribusi lapangan.
Sulawesi Utara telah menyalurkan bantuan kepada 139.966 KPM dan menjadi salah satu daerah yang mencatat progres besar dalam waktu cepat.
Kota Bandung membagikan dua alokasi sekaligus kepada ribuan penerima, sementara Kota Surakarta bersiap mendistribusikan bantuan untuk 481.548 KPM sesuai jadwal wilayah.
Beberapa daerah lain seperti Berau, Bukit Tinggi, dan Kediri melaporkan progres berjalan rutin sejak awal bulan agar seluruh target terselesaikan sebelum akhir November.
2. Pencairan BPNT Tahap 4 Rp600 Ribu Melalui Bank Himbara
Pencairan BPNT Tahap 4 memasuki masa paling aktif pada pertengahan November karena hampir empat ratus daerah telah masuk daftar penyaluran melalui Kartu Keluarga Sejahtera yang diproses oleh bank-bank Himbara sesuai wilayah penugasan masing-masing.
Setiap KPM menerima Rp600.000 untuk alokasi triwulan keempat dan pencairan ini telah berjalan di hampir empat ratus daerah.
Bank BNI menyalurkan bantuan di wilayah Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat sesuai progres daerah masing-masing.
Bank BRI menyalurkan bantuan secara luas di Bali, Banten, Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta wilayah lain di Sumatera dan Kalimantan termasuk Kepulauan Seribu.
Bank Syariah Indonesia menyalurkan secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, menjadi salah satu provinsi dengan cakupan penyaluran terserap paling cepat.
Bank Mandiri belum menunjukkan progres masif sehingga daerah yang mulai menerima melalui penyalur ini masih terbatas.
3. Penyaluran Bansos Melalui PT Pos Indonesia
Mekanisme PT Pos Indonesia kembali menjadi jalur utama bagi daerah dengan akses perbankan terbatas atau kondisi geografis kepulauan sehingga beberapa jenis bantuan digabungkan dalam satu jadwal pencairan untuk menghemat waktu dan operasional.
Penerima melalui jalur PT Pos menerima BPNT Tahap 4, PKH Tahap 4, dan bantuan tunai tambahan senilai Rp900.000 dalam satu kali pencairan.
Sistem penggabungan Bansos digunakan untuk wilayah dengan medan geografis sulit seperti pegunungan, kepulauan, atau daerah yang tidak memiliki bank Himbara.
Daerah yang masuk daftar penyaluran Bansos dominan berasal dari Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur, ditambah beberapa wilayah kepulauan seperti Kepulauan Mentawai, Kabupaten Nias, Lombok Utara, dan daerah lain yang selama ini mengandalkan layanan PT Pos sebagai jalur utama pencairan bansos. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim