RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) melalui PT Pos Indonesia kembali menjadi jalur utama bagi sejumlah Keluarga Penerima Manfaat yang masih terkendala proses verifikasi perbankan.
Dilansir dari kanal Pendamping Sosial, banyak warga yang belum berhasil dialihkan ke rekening bank Himbara karena data tidak valid atau tidak sesuai, sehingga skema PT Pos tetap digunakan agar pencairan berjalan lancar.
1. KPM Gagal Burekol Tetap Mencairkan Bantuan Melalui PT Pos
Kelompok penerima dengan status gagal burekol mendapatkan prioritas dalam skema ini. Status gagal burekol menggambarkan kondisi ketika penerima tidak berhasil dialihkan dari PT Pos ke rekening bank karena terdapat perbedaan data identitas.
Dengan jalur pencairan alternatif ini, KPM tidak perlu menunggu kartu KKS diterbitkan dan tetap dapat mencairkan hak PKH, BPNT, hingga bantuan tunai lainnya.
2. Bantuan Pangan Berupa Beras 20 Kg dan Minyak Goreng
Distribusi bantuan pangan tambahan kembali berlangsung secara bertahap di berbagai daerah.
Penerima berhak mendapatkan dua karung beras total 20 kilogram serta minyak goreng empat liter sebagai kelanjutan alokasi penebalan sebelumnya.
Laporan penyaluran sudah terlihat sejak akhir Oktober di sejumlah wilayah, kemudian makin meluas pada November. Karena bantuan berupa barang, pengirimannya dilakukan bertahap dan diperkirakan terus berlanjut hingga Desember.
3. Penyaluran PKH, BPNT, dan BLT Kesra untuk KPM Gagal Burekol
Selain bantuan pangan, penyaluran bantuan tunai juga berlangsung bagi KPM yang gagal dialihkan ke rekening bank.
PKH dan BPNT tetap dicairkan melalui PT Pos dan biasanya disalurkan bersamaan dengan BLT Kesra senilai Rp900.000.
Di beberapa wilayah, termasuk daerah kategori 3T seperti Fakfak, jadwal pencairan telah dibuka sejak pertengahan November.
Masyarakat yang belum menerima kartu KKS karena data belum tersinkronisasi tetap diarahkan mengambil bantuannya melalui PT Pos.
4. Perbedaan Penerima Bantuan Pangan dan Penerima BLT Kesra
Salah satu hal penting yang ditekankan adalah bahwa daftar penerima bantuan pangan tidak identik dengan daftar penerima BLT Kesra.
BLT Kesra memiliki kuota sekitar 35 juta KPM, jauh lebih besar dibanding bantuan pangan yang dialokasikan untuk sekitar 18,3 juta penerima.
Karena itu, hanya penerima BPNT aktif baik BPNT murni, BPNT sekaligus PKH, maupun penerima PKH yang baru masuk dalam data BPNT yang berhak atas beras dan minyak, sedangkan penerima BLT Kesra belum tentu termasuk dalam daftar tersebut.
5. Jalur PT Pos Tetap Dibuka untuk Penerima Tanpa KKS
Proses penyaluran melalui PT Pos masih berjalan dan belum ditutup. Hal ini sangat membantu KPM yang belum memiliki kartu KKS akibat data tidak lolos verifikasi perbankan.
Selama perbaikan data berlangsung, PT Pos menjadi jalur resmi agar pendistribusian tidak terpaut lama. Daftar penerima dan jadwal pencairan diperbarui sesuai perkembangan dari pusat maupun daerah.
Editor : Eka Rahmawati