Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banyak KPM Tak Dapat KKS Akibat Gagal Burekol, PT Pos Ambil Alih Penyaluran, Simak Kriteria Resmi Penerima Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter

Khairunnisa RB • Sabtu, 15 November 2025 | 14:30 WIB
KPM antri pengambilan bansos BLT Kesra Rp900 ribu melalui POS.
KPM antri pengambilan bansos BLT Kesra Rp900 ribu melalui POS.

RADAR BOGOR - Pertanyaan soal kapan pencairan bansos melalui PT Pos Indonesia akhirnya terjawab.

Fakta terbaru mengungkap bahwa penyaluran bansos tidak dihentikan, bahkan justru kembali meluas karena lonjakan jumlah KPM yang gagal dialihkan datanya ke bank-bank Himbara.

Fenomena ini populer disebut gagal burekol (gagal pembukaan rekening kolektif), dan menjadi penyebab utama ribuan KPM tidak menerima kartu KKS baru.

Mengapa Banyak KPM Gagal Dialihkan ke Bank?

Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, penyebabnya beragam yakni:

• Nomor KTP dan KK tidak sesuai

• Nama berbeda antara data Dukcapil dan perbankan

• Status kependudukan belum mutakhir

• Validasi ganda atau data tidak sinkron

KPM dengan status gagal burekol ini otomatis tetap disalurkan lewat PT Pos pada periode pencairan terbaru.

Undangan Penyaluran Beras–Minyak Goreng Bertumpuk di Kantor Pos

Mulai akhir Oktober, tumpukan undangan penyaluran bansos pangan tambahan mulai terlihat di berbagai Kantor Pos. Bansos penebalan ini mencakup:

• Beras 20 kg,

• Minyak goreng 4 liter.

November menjadi puncak distribusi karena cakupan wilayah yang semakin melebar.

Namun, karena bansos ini berupa barang, prosesnya memerlukan waktu ekstra untuk koordinasi transportasi dan gudang.

Distribusi dijadwalkan berlangsung hingga Desember, sehingga warga dihimbau untuk tidak panik bila belum menerima panggilan.

Kabar gembira datang bagi KPM yang masih menunggu PKH atau BPNT via PT Pos. Data terbaru menunjukkan bahwa:

• PKH,

• BPNT, dan

• BLT Kesra (Rp900.000)

mulai cair bersamaan melalui PT Pos Indonesia untuk kategori KPM yang gagal alih data.

Beberapa wilayah 3T seperti Fakfak (Papua) bahkan lebih dulu menerima jadwal penyaluran sejak 11 November 2025.

Penyaluran via PT Pos Dipastikan Masih Dibuka!

Pemerintah menegaskan bahwa jalur PT Pos belum dihentikan, sehingga:

• Penerima yang belum dapat KKS

• Penerima yang gagal migrasi data

• Penerima di wilayah terpencil

tetap diproses bantuan sosialnya melalui mekanisme lama.

Kabar ini menjadi angin segar bagi jutaan KPM yang khawatir tidak kebagian bansos karena kendala teknis data.

Banyak warga salah paham bahwa penerima BLT Kesra otomatis mendapat bansos pangan penebalan. Faktanya tidak demikian.

Kuota beras–minyak goreng hanya 18,3 juta KPM, jauh lebih kecil dari kuota BLT Kesra 35 juta KPM.

Sehingga hanya penerima BPNT aktif yang dipastikan mendapatkan paket pangan tambahan ini.

Hanya kategori berikut yang masuk BNBA:

• Penerima BPNT murni

• Penerima BPNT + PKH

• Penerima PKH yang baru masuk BPNT

• Penerima bantuan komplementer BPNT

Masyarakat Diimbau Cek Informasi Resmi

Pendamping sosial meminta masyarakat tetap tenang, tidak termakan isu, dan menunggu informasi resmi melalui:

• Pendamping PKH

• Pparat desa/kelurahan

• Kantor Pos setempat.

Dengan penegasan bahwa penyaluran via PT Pos masih berjalan, harapan KPM yang belum mendapatkan KKS kembali terbuka lebar.(**)

Sumber naskah: YouTube/Pendamping Sosial

Editor : Alpin.
#bank Himbara #kpm #bansos #pt pos indonesia