RADAR BOGOR – Bantuan sosial (bansos) reguler mulai perlahan disalurkan pemerintah pada Minggu, 16 November 2025.
Salah satu bansos yang dikabarkan masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp600.000.
Kendati demikian, bansos sembako periode Oktober, November, dan Desember tidak akan dicairkan kepada KPM yang status bantuannya exclude.
Lantas, apa penyebab status exclude tersebut muncul di SIKS-NG hingga membuat bantuan sosial tidak kunjung cair? Berikut penjelasannya.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, sedikitnya ada tiga alasan yang menyebabkan bansos menjadi exclude, yaitu sebagai berikut:
1. Gagal Burekol
Bantuan sosial tidak kunjung dicairkan salah satunya karena gagal buka rekening kolektif (Burekol).
Penyebab gagal Burekol ini antara lain karena KPM belum memperbarui data kependudukan yang sudah lebih dari sepuluh tahun.
2. Gagal Cek Rekening
Gagal cek rekening juga menjadi salah satu penyebab status bansos pada Siks-NG berubah menjadi exclude.
Biasanya hal ini terjadi karena ketidaksesuaian antara data yang ada di Disdukcapil dengan data pada sistem milik Kemensos.
Selain itu, bisa juga disebabkan rekening tidak aktif karena sudah lama tidak digunakan untuk transaksi keuangan.
3. Pendapatan di Atas UMR
Selanjutnya, pendapatan juga berpengaruh terhadap cair atau tidaknya bansos dari pemerintah.
Ketika gaji yang diterima KPM berada di atas upah minimum regional (UMR), maka dapat dipastikan bansos tidak akan disalurkan.
Demikian penyebab bansos BPNT berubah keterangan menjadi exclude pada SIKS-NG hingga menyebabkan bantuan tidak cair.***
Editor : Eli Kustiyawati