RADAR BOGOR – Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra mulai dicairkan secara bertahap melalui PT Pos Indonesia.
Beberapa daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) menjadi lokasi pertama yang merasakan gelombang pencairan bantuan tunai terbesar tahun ini.
BLTS Kesra hadir sebagai angin segar bagi warga, banyak di antara mereka yang meski terdata sebagai keluarga sangat miskin dalam DTKS, tak pernah menerima bantuan karena kuota selalu penuh. Kini, dengan kuota BLT Kesra yang mencapai puluhan juta KPM, pintu baru akhirnya terbuka.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, informasi awal pencairan muncul dari Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Uji Coba Bahan Bakar dari Jerami hingga Produksi di Lembur Pakuan, Resmi Kerja Sama dengan Bobibos
Pendamping sosial di daerah tersebut mengirimkan jadwal resmi penyaluran PKH Tahap 4, BPNT Tahap 4, dan BLTS Kesra melalui PT Pos.
Fakfak kemudian menyusul dengan berita yang sama, fenomena ini memecah kebuntuan yang selama ini membuat warga bingung menunggu kepastian.
Meski demikian, proses pencairan melalui PT Pos berbeda jauh dengan pencairan via KKS. Jika KKS biasanya cair mendadak bahkan sering terjadi pada jam-jam dini hari.
Penyaluran lewat PT Pos memerlukan mekanisme ketat mulai dari penyusunan jadwal distribusi, koordinasi dengan aparat desa, serta pembagian undangan resmi untuk setiap penerima.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan BLT Kesra bagi KPM Desil 1 sampai 4 lewat Bank Himbara dan PT Pos, Total Ada 35 Juta KPM, Catat Jadwal Pencairannya
Karena itu, beberapa daerah baru menerima daftar nama, tetapi belum mendapatkan jadwal pencairan.
Di sisi lain, bantuan penebalan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter yang menyasar 18,3 juta penerima BPNT aktif juga mulai dibagikan di berbagai wilayah.
Namun sering terjadi kesalahpahaman warga mengira semua penerima BLTS Kesra otomatis mendapatkan penebalan pangan.
Padahal kenyataannya, BLTS Kesra dan penebalan pangan adalah dua program yang berbeda total.
Bantuan ini menyasar kelompok besar penerima baru maupun penerima yang sempat terputus, sedangkan penebalan pangan hanya diperuntukkan bagi BPNT aktif.
Penerima PKH murni maupun BLTS Kesra non-reguler tidak termasuk dalam kuota ini. Dengan semakin banyaknya daerah yang mulai menerima jadwal penyaluran, masyarakat diharapkan aktif mencari informasi di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Update Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu, Daerah 3T Sudah Cair Lebih Dulu Lewat PT Pos, Wilayah Lain Kapan Menyusul?
Pendamping sosial, aparat desa, dan akun resmi pemerintah daerah biasanya menjadi sumber informasi paling cepat terkait PT Pos.
Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh penyaluran bansos baik BLTS Kesra, PKH Tahap 4, BPNT Tahap 4, maupun penebalan pangan akan dilakukan secara bertahap hingga merata ke seluruh Indonesia.
Karena volume penerima sangat besar, proses pencairan diperkirakan berlangsung beberapa gelombang. Kini tinggal satu pertanyaan paling ditunggu masyarakat Apakah nama Anda termasuk dalam daftar penerima gelombang berikutnya?
Undangan bisa muncul kapan saja, jadwal bisa dirilis mendadak dan jika sinyal dari daerah 3T terbukti benar, pencairan massal hanya tinggal menunggu hitungan hari.