RADAR BOGOR - Memasuki minggu ketiga November 2025, pemerintah kembali menyalurkan sedikitnya tujuh program bantuan sosial (bansos).
Penyaluran bansos ini dilakukan secara bertahap hingga akhir November, bahkan sebagian berlanjut sampai Desember 2025.
Program bansos ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga rentan, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperkuat akses pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Seluruh proses penyaluran menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) agar lebih tepat sasaran.
Berikut daftar bansos yang mulai cair pada periode ini.
1. BLT Kesra Rp900.000 via Kantor Pos
Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kembali disalurkan melalui jaringan Kantor Pos di seluruh Indonesia.
Bantuan ini sebesar Rp900.000 untuk periode Oktober–Desember 2025 dan diprioritaskan bagi KPM non-KKS, yaitu penerima yang belum memiliki Kartu Keluarga Sejahtera.
Ketentuan penting:
• Penyaluran berlangsung mulai minggu ketiga November hingga akhir bulan.
• Tahap susulan berlangsung pada awal Desember.
• Batas pencairan terakhir: 31 Desember 2025.
• Dana yang tidak diambil hingga tenggat berpotensi dikembalikan ke kas negara.
Dokumen yang harus dibawa saat pencairan:
• KTP asli + fotokopi, KK asli + fotokopi, serta surat undangan pencairan dari PT Pos Indonesia.
2. BLT Dana Desa (BLTDD) Rp300.000
BLT Dana Desa kembali dicairkan untuk memperkuat ekonomi keluarga miskin dan rentan di wilayah pedesaan yang belum menerima bantuan sosial lain.
Setiap KPM berhak memperoleh Rp300.000 per bulan, dengan periode penyaluran mengikuti kebijakan masing-masing pemerintah desa.
Beberapa desa menyalurkan dua bulan sekaligus, sehingga KPM dapat menerima Rp600.000 untuk periode September–Oktober.
3. Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Dalam rangka menjaga ketahanan pangan, pemerintah menyalurkan bantuan berupa:
• Beras 10–20 kg (sesuai ketentuan wilayah).
• Minyak goreng 2 liter per bulan selama 2 bulan (total 4 liter).
Bantuan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi untuk menekan dampak inflasi pangan terhadap keluarga rentan.
4. Program Indonesia Pintar (PIP) Termin Akhir
Program Indonesia Pintar (PIP) termin ketiga masih berlangsung sejak awal Oktober hingga akhir tahun. Bantuan ini ditujukan bagi siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Besaran bantuan PIP per tahun:
• SD: Rp450.000
• SMP: Rp750.000
• SMA/SMK: Rp1.800.000
Dana ditransfer langsung ke rekening Simpanan Pelajar (SimPel) melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, dan BSI.
Status pencairan dapat dicek melalui laman SIPINTAR menggunakan NISN dan NIK.
5. PKH Tahap 4 Susulan
Program Keluarga Harapan (PKH) memasuki penyaluran tahap empat susulan bagi:
• KPM validasi baru, dan
• KPM peralihan yang belum mencairkan bantuan sebelumnya.
Penyaluran berlangsung dari pertengahan November hingga seluruh kuota tersalurkan 100%, mencakup lebih dari 10 juta KPM secara nasional.
6. BPNT Rp600.000
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih berlanjut untuk KPM pemegang KKS, termasuk penerima yang menggunakan KKS Bank Mandiri.
Sebagian wilayah belum menerima penyaluran periode November sehingga pencairan diproyeksikan berlangsung mulai minggu ketiga November hingga Desember 2025.
Total bantuan yang diterima per KPM adalah Rp600.000, diberikan dalam bentuk saldo elektronik untuk pembelian pangan di e-warong.
7. PBI JKN (Iuran BPJS Kesehatan)
Program Penerima Bantuan Iuran JKN (PBI) memberikan subsidi iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp42.000 per bulan.
Iuran ini dibayarkan langsung ke fasilitas kesehatan sehingga peserta dapat mengakses layanan di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit tanpa biaya tambahan.
Status kepesertaan dapat dicek melalui situs resmi cekbansos.go.id.
Masyarakat yang belum terdata dianjurkan memperbarui informasi di kantor desa/kelurahan agar dapat masuk ke database DTSN.
Penyaluran tujuh jenis bansos pada November 2025 diharapkan mampu mengurangi tekanan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga akses pendidikan dan kesehatan masyarakat berpenghasilan rendah.
Masyarakat diimbau memeriksa jadwal penyaluran sesuai wilayah masing-masing dan memastikan seluruh dokumen disiapkan sebelum pencairan.
Dengan pemanfaatan yang tepat sasaran, program ini diharapkan terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.***
Editor : Eli Kustiyawati