Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Akhir Tahun, KPM Bansos PKH dan BPNT Dapat Tambahan Bantuan dari Pemerintah, Berikut Rinciannya

Yosi Alfa Resti • Senin, 17 November 2025 | 16:25 WIB
Ilustrasi KPM bansos PKH BPNT.
Ilustrasi KPM bansos PKH BPNT.

RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) tambahan bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) pada triwulan keempat tahun 2025.

Bantuan tambahan untuk KPM Bansos PKH BPNT ini diberikan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar keluarga prasejahtera tetap terpenuhi menjelang akhir tahun.

Penyaluran bantuan tambahan dilakukan setelah pencairan bansos PKH Tahap 4 dan BPNT Tahap 4, di mana pemerintah telah menyiapkan empat jenis bantuan tambahan khusus untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dikutip postingan YouTube Info bansos, pencairan berlangsung secara bertahap dari Oktober hingga Desember 2025, dan ditargetkan menjangkau lebih dari 18 juta KPM di seluruh Indonesia.

Berikut bantuan tambahan untuk KPM:

1. PIP untuk anak sekolah
2. Beras dan juga minyak goreng
3. ATENSI Yapi
4. PBI

Dalam upaya memberikan perlindungan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah menyiapkan empat jenis bantuan tambahan yang akan dicairkan pada periode ini.

Bantuan-bantuan tersebut diprioritaskan untuk memperkuat ketahanan pangan dan memberikan dukungan ekonomi langsung kepada keluarga yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Tambahan bantuan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi tekanan ekonomi pada akhir tahun, ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

Sebelum bantuan tambahan ini diterima KPM, pemerintah lebih dulu menyalurkan PKH Tahap 4 dan BPNT Tahap 4. Pencairan dilakukan melalui bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

Selain itu, penyaluran di beberapa wilayah 3T juga dilakukan secara tunai melalui PT Pos Indonesia untuk memastikan akses bantuan tetap merata.

Setelah proses ini selesai, barulah bantuan sosial tambahan dijadwalkan cair secara bertahap hingga akhir Desember 2025.

Pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada keluarga rentan.

Bantuan tambahan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk meredam dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama akibat fluktuasi harga pangan, pemulihan ekonomi yang berjalan bertahap, serta kebutuhan menjelang akhir tahun.

Selain memberikan bantuan tunai dan pangan, pemerintah juga terus melakukan pembaruan data KPM agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

Dengan lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat, pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga secara signifikan.

Masyarakat penerima diminta untuk terus memantau informasi resmi dari pendamping sosial, operator desa, maupun kanal informasi pemerintah.

Pencairan dilakukan secara bertahap di setiap wilayah dan dapat berbeda-beda waktunya berdasarkan kesiapan bank penyalur ataupun kantor pos.

Dengan adanya bantuan tambahan ini, pemerintah berharap keluarga penerima manfaat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok serta lebih siap menghadapi kondisi ekonomi pada akhir tahun.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #bansos #pkh