Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Penyaluran Bansos PKH 18 November 2025: Ada KPM Dapat Rp1 Juta Lebih Plus BLT Kesra, tapi Kenapa BPNT Belum Cair? Ini Penjelasannya

Khairunnisa RB • Selasa, 18 November 2025 | 12:36 WIB

Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.


RADAR BOGOR - Gelombang antusiasme warga penerima bantuan sosial (bansos) kembali muncul pada Selasa, 18 November 2025.

Sejak pagi, berbagai laporan bermunculan mengenai saldo bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 yang mulai masuk ke rekening sejumlah KPM, khususnya pemegang KKS Merah Putih Bank Mandiri.

Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, data yang beredar menunjukkan adanya slip transaksi yang memperlihatkan nilai transfer sebesar Rp1.125.000, menandakan bantuan tahap 4 telah diproses dan resmi dicairkan.

Tak hanya itu, catatan transaksi sebelumnya juga menegaskan pencairan BLT Kesra Rp900.000 yang telah masuk pada 4 November 2025.

Baca Juga: KPM Bansos Akhirnya Lulus sebagai Penerima Bantuan Setelah 5 Tahun, Ini Harapannya ke Mensos saat Graduasi Agar Tepat Sasaran

Kombinasi kedua bantuan ini menjadi angin segar bagi banyak keluarga yang masih menantikan kabar kepastian pencairan.

Meski pencairan pada Bank Mandiri telah terlihat jelas, kondisi berbeda terjadi pada bantuan BPNT.

Hingga Selasa, sebagian wilayah masih melaporkan status “zonk" atau belum ada pergerakan saldo.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa BPNT via Mandiri belum menunjukkan progres pencairan, sehingga banyak KPM masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah daerah atau agen penyalur.

Baca Juga: Tersedia 5 Ribu Lowongan Kerja di Aplikasi Nyari Gawe Ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pelamar Capai 100 Ribu

Di tengah situasi tersebut, beredar pula undangan resmi untuk penyaluran bantuan pangan 2025 yang mencakup beras 25 kg dan minyak goreng 4 liter.

Sejumlah daerah mengonfirmasi bahwa pembagiannya telah dimulai pada hari yang sama.

Namun di beberapa wilayah, warga mengaku belum menerima undangan fisik sehingga belum bisa mengambil paket pangan tersebut.

Karena itu, banyak yang saling berbagi informasi antarwilayah agar penerima lain dapat mengetahui jadwal pencairan masing-masing daerah.

Sementara itu, sejumlah warga dengan KKS Bank BNI melaporkan pengalaman berbeda.

Di beberapa wilayah seperti Bekasi, bantuan BPNT via BNI sudah “meleleh” atau cair sejak beberapa hari terakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa proses pencairan bantuan memang dilakukan secara bertahap, bergantung kesiapan bank penyalur serta kapasitas sistem transfer dana sosial.

Keterlambatan pencairan PKH dan BPNT tahap 4 serta BLT Kesra Rp900.000 bukanlah hal yang mengherankan.

Baca Juga: Daftar 10 SMA Paling Berprestasi di Jawa Barat Versi Puspresnas, Nomor 1 Bukan dari Bogor, Berikut Urutannya

Bank penyalur harus memproses distribusi kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat, sehingga proses transfer memerlukan waktu dan dilakukan secara bertahap per wilayah.

Untuk bantuan pangan berupa beras 20-25 kg dan minyak goreng 4 liter, pemerintah juga menggunakan mekanisme serupa.

Warga yang belum menerima undangan diimbau bersabar, karena selama nama masih terdaftar dalam data penerima BPNT atau bantuan sembako, maka hak untuk menerima paket pangan tetap terjamin.

Informasi mengenai bantuan sosial terus berkembang dari waktu ke waktu, sehingga warga disarankan rutin memeriksa saldo, memantau informasi resmi, dan berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat.

Pemerintah memastikan seluruh hak penerima akan tetap disalurkan sesuai jadwal yang telah diatur.

Editor : Eka Rahmawati
#BLT Kesra #bansos #pkh