RADAR BOGOR - Kisruh pencairan bantuan sosial (bansos) tahap keempat kembali mencuat setelah banyak keluarga penerima manfaat mengeluhkan bantuan mereka belum masuk alias gagar cair hingga pertengahan November 2025.
Pemeriksaan melalui SIKS-NG menunjukkan berbagai status berbeda, dari cek rekening hingga SPM, yang menandakan proses penyaluran masih berlangsung.
Namun di balik itu, ternyata ada tiga alasan utama yang menyebabkan sebagian KPM dipastikan gagal cair pada tahap ini sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos.
Informasi yang berhasil dihimpun menjelaskan bahwa penyebab paling sering adalah data KPM yang tercatat telah meninggal dunia.
Baca Juga: KPM Bansos Akhirnya Lulus sebagai Penerima Bantuan Setelah 5 Tahun, Ini Harapannya ke Mensos saat Graduasi Agar Tepat Sasaran
Verifikasi resmi dari kelurahan, kecamatan, hingga Dukcapil membuat nama tersebut otomatis dinonaktifkan dari daftar penerima bantuan, meskipun keluarga belum mengetahui perubahan status tersebut.
Faktor kedua adalah perubahan kartu keluarga yang tidak diperbarui dalam sistem.
Banyak KPM yang setelah menikah melakukan pemisahan KK tetapi tidak memperbarui data ke pendamping PKH ataupun operator DTS.
Akibatnya, sistem pusat mendeteksi ketidaksesuaian dan langsung menahan pencairan hingga data lengkap.
Faktor ketiga berkaitan dengan perpindahan alamat.
KPM yang mengurus pindah domisili tetapi tidak melaporkan ke pendamping di alamat lama maupun baru, berpotensi besar mengalami penangguhan bantuan.
Baca Juga: Tersedia 5 Ribu Lowongan Kerja di Aplikasi Nyari Gawe Ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pelamar Capai 100 Ribu
Sistem SIKS-NG hanya membaca data Dukcapil yang belum sinkron, sehingga bantuan tidak bisa diproses lebih lanjut.
Salah satu contoh yang dipublikasikan menunjukkan bagaimana seorang KPM gagal menerima bantuan hanya karena tidak memadankan alamat KTP baru.
Kasus ini menjadi perhatian karena banyak KPM mengalami hal serupa tanpa menyadarinya.
Di tengah permasalahan itu, kabar gembira datang dari penyaluran BPNT dan program sembako.
Di sejumlah wilayah, Bank BNI kembali mencairkan bantuan tahap empat dengan nilai Rp600.000.
Laporan juga masuk bahwa distribusi beras 20 kg dan minyak 4 liter telah dimulai di berbagai kota dan kabupaten.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan BLT Kesra bagi KPM Desil 1 sampai 4 lewat Bank Himbara dan PT Pos, Total Ada 35 Juta KPM, Catat Jadwal Pencairannya
Bahkan warga Tangerang sudah menerima undangan pengambilan per 18 November 2025.
PKH dan BBNT melalui BRI, Mandiri, serta BSI pun masih dalam proses pencairan bertahap.
Update terbaru di SIKS-NG menunjukkan sebagian besar KPM sudah berada pada status SPM, sementara sebagian lainnya masih dalam proses verifikasi rekening.
Pemerintah menegaskan bahwa penyaluran akan terus berlanjut hingga akhir Desember 2025.
BLT Kesra Rp900.000 juga kembali menjadi sorotan setelah salah satu bank penyalur mengunggah status transaksi “SI”.
Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa gelombang kedua BLT Kesra untuk KPM yang belum menerima bantuan mungkin segera dimulai.
Dengan situasi penyaluran yang masih dinamis, KPM di seluruh Indonesia diminta aktif memeriksa status bantuan mereka.
Pemadanan data Dukcapil menjadi langkah paling krusial untuk memastikan pencairan bisa kembali diproses.
Selama status bantuan masih aktif dan tidak masuk daftar pengecualian, peluang untuk cair tetap sangat terbuka.