RADAR BOGOR - Pemerintah terus melanjutkan distribusi Bansos pangan dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di seluruh Indonesia.
Pada Selasa, 18 November 2025, ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) mulai menerima Bansos beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Sementara, pencairan BPNT tahap 4 juga tercatat berjalan aktif, terutama di wilayah Jawa dan sekitarnya.
Distribusi Bansos pangan tahap terbaru merupakan perpanjangan program untuk periode Oktober hingga November 2025, dengan alokasi total anggaran mencapai Rp6,5 triliun.
Jumlah bantuan meliputi 365.500 ton beras dan 73.100 ton minyak goreng yang disalurkan kepada KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima BPNT secara fisik melalui BULK serta mitra distribusi.
Hingga pagi ini, dilansir YouTube INFO BANSOS bahwa aktivitas distribusi meningkat signifikan setelah pembagian awal minggu lalu, termasuk di beberapa daerah yang baru menerima surat undangan resmi untuk pengambilan bantuan.
Penyaluran bansos juga terintegrasi dengan program lain, seperti PKH tahap 4 dan BLT Kesra, yang mulai dicairkan hari ini.
Beberapa catatan progres distribusi secara spesifik meliputi:
Surakarta, Jawa Tengah: Penyaluran di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Lawean.
Lampung: Distribusi berlanjut sejak 13 November, dengan KPM menerima kuota dua bulan sekaligus.
Jember, Kelurahan Sumbersari: Sebanyak 472 KPM telah menerima bantuan pada 17 November, sementara sisanya dijadwalkan menyusul hari ini.
Pematang Pasir, Sumatera Utara: Pengambilan bantuan dilakukan 18–20 November dengan menunjukkan undangan resmi.
Secara nasional, penyaluran bantuan beras dan minyak goreng dijadwalkan berlangsung bertahap hingga 29 November 2025.
KPM dianjurkan memantau jadwal melalui kantor kelurahan maupun desa atau aplikasi Cek Bansos.
Progres nasional mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dari target, dengan fokus pada ketepatan waktu untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Sementara itu, pencairan BPNT tahap 4 senilai Rp600.000 per KPM terus bergerak, didominasi penyaluran oleh Bank BNI, terutama di wilayah Jawa dan sekitarnya.
Bank Himbara lain seperti BRI, Mandiri, dan PT Pos Indonesia juga turut menyalurkan bantuan.
Distribusi BPNT berdasarkan wilayah:
Jakarta: Seluruh kota dan kecamatan dengan BNI mencatat progres 80–90% sejak 13 November, saldo KPM mulai masuk melalui ATM.
Bandung dan Bandung Barat: BNI dan BRI menyalurkan 70–85% bantuan, menyasar kota dan daerah suburban.
Bogor dan Bekasi: BNI mencatat pencairan 75–85%, dengan lebih dari 10.000 KPM menerima Rp600.000 sejak pagi.
Yogyakarta: Penyaluran BNI dan Mandiri mencapai 80% untuk KPM terverifikasi.
Surabaya dan Sidoarjo: BRI lebih dominan di pedesaan, BNI di perkotaan dengan lebih dari 5.000 transaksi.
Tangerang Selatan dan Denpasar: BNI tercatat 75 hingga 85 persen progres penyaluran.
Secara keseluruhan, BNI menjadi bank penyalur terbanyak nasional hari ini, diikuti BRI di Jawa Timur dan Mandiri di Jawa Tengah.
Daerah lain seperti Aceh, Jambi, dan Kediri juga aktif menyalurkan BPNT, meskipun volumenya lebih kecil.
KPM Bansos tetap diimbau memantau jadwal melalui pendamping sosial atau aplikasi resmi untuk update selanjutnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim