RADAR BOGOR – Pergerakan pencairan bantuan sosial (bansos) kembali terlihat pada pertengahan November 2025.
Setelah berbulan-bulan banyak keluarga menunggu rapel dari beberapa tahap yang tertunda, sejumlah rekening KKS akhirnya mulai menunjukkan saldo masuk.
Proses ini terutama dirasakan oleh penerima yang sebelumnya dialihkan dari layanan PT Pos menuju rekening perbankan, sehingga perpindahan data dan administrasi memakan waktu.
Kini, pencairan mulai berlangsung secara bertahap meskipun tidak serentak di seluruh wilayah. Hal ini dijelaskan sebagai berikut, melansir kanal Cek Bansos.
1. Pencairan PKH untuk KPM Peralihan Bank Mandiri
Perubahan signifikan terlihat pada keluarga penerima yang baru beralih ke kartu KKS Bank Mandiri.
Mereka adalah penerima yang sejak awal tahun belum menerima tahap 2, 3, dan 4 sehingga total penundaan mencapai sekitar delapan bulan.
Kini rapel mulai masuk dan jumlah yang diterima bervariasi tergantung komponen.
Di Serang, Banten, seorang penerima melaporkan saldo Rp4.500.000 yang merupakan total tiga tahap penuh untuk komponen dua anak balita.
Di Sumatera Selatan, penerima lain mendapatkan Rp3.596.000. Sementara itu, di wilayah Serang lainnya terdapat penerima yang menerima Rp2.250.000.
Perbedaan nominal terjadi karena setiap keluarga memiliki jumlah komponen berbeda yang menentukan total nilai bantuan tiap tahap.
2. BPNT Tahap 4 Mulai Disalurkan melalui BNI
Penyaluran bantuan pangan non-tunai juga mulai bergerak, khususnya melalui rekening BNI bagi pemegang KKS lama terbitan tahun 2021.
Nominal Rp600.000 telah terkonfirmasi masuk di beberapa wilayah seperti Bondowoso di Jawa Timur serta daerah Gunung Masiki di wilayah Cipatat.
Pencairan ini menjadi kabar baik bagi KPM yang beberapa bulan terakhir belum menikmati bantuan pangan karena menunggu proses verifikasi dan administrasi pusat.
3. Alasan Banyak KPM Belum Mendapatkan Bantuan
Meskipun sebagian keluarga sudah menerima saldo, proses penyaluran masih belum merata.
Perbedaan status administrasi di dalam sistem pusat menjadi salah satu penyebab utama.
Dalam SIKS-NG, setiap wilayah tercatat berada pada tahapan berbeda, mulai dari “Berhasil Cek Rekening”, “SI” atau Standing Instruction, hingga status awal “Proses Cek Rekening”.
Khusus BPNT, banyak daerah belum menerima dana karena status SPM atau Surat Perintah Membayar belum diterbitkan.
Selama dokumen tersebut belum keluar, penyaluran tidak dapat dilakukan meskipun data penerima sudah lulus sinkronisasi.
4. Apa yang Harus Dilakukan KPM Saat Ini
Untuk keluarga penerima manfaat yang termasuk kategori peralihan, langkah paling penting adalah memeriksa saldo secara berkala.
Rapel sudah mulai berjalan, namun waktunya berbeda-beda tergantung status wilayah di sistem pusat.
Jika bantuan belum juga masuk, kemungkinan besar data KPM masih berada dalam tahap pemeriksaan atau menunggu SPM diterbitkan sehingga prosesnya memerlukan waktu tambahan.***
Editor : Eli Kustiyawati