RADAR BOGOR - Masyarakat dibuat terbelalak pada malam Rabu, 18 November 2025.
Di sejumlah daerah, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan kabar yang nyaris tak dapat dipercaya.
Saldo bantuan sosial (bansos) tiba-tiba masuk dalam jumlah yang sangat besar, bahkan mencapai Rp4.500.000 dalam satu kali pencairan.
Fenomena ini muncul bersamaan dengan terus mengalirnya bantuan BPNT Rp600.000 yang disalurkan melalui Bank BNI.
Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, pemegang KKS lama maupun KKS Merah Putih (KKS versi terbaru) sama-sama terpantau mulai menerima dana.
Sejak pagi, antrean ATM hingga gerai e-commerce dipenuhi warga yang mencoba mengecek saldo.
Namun satu hal yang membuat geger adalah munculnya bukti transfer dengan nominal fantastis Rp4,5 juta.
Bukti tersebut dibagikan warga melalui grup WhatsApp keluarga, grup RT, hingga komunitas bantuan sosial di Facebook.
Ternyata Ini Penyebab Saldo KPM Melonjak Drastis
Setelah ditelusuri, penerima nominal jumbo tersebut ternyata merupakan KPM pemilik KKS hasil peralihan dari PT Pos Indonesia ke KKS Merah Putih, yang sedang diproses untuk pencairan tahap 2, tahap 3, dan tahap 4 sekaligus.
Khusus komponen balita, bantuan PKH per tiga bulan mencapai Rp750.000 per anak.
Dalam kasus tertentu, keluarga dapat memiliki dua komponen balita, sehingga besaran bantuannya menjadi Rp1.500.000 per tahap.
Bila dirapel tiga tahap sekaligus, totalnya tepat Rp4.500.000.
Inilah yang memicu fenomena saldo “gendut” yang mendadak memenuhi beranda media sosial.
Bank Lain Mulai Menyusul
Tak lama setelah BNI, Bank Mandiri juga dilaporkan sudah mulai mencairkan PKH untuk sebagian besar pemilik KKS terbaru.
Sementara itu, bagi pemegang KKS lama, pencairan masih belum terlihat.
Di sisi lain, KPM yang memegang KKS dan menerima BPNT melalui BRI harus bersabar.
Hingga Selasa malam, pencairan BPNT BRI masih tercatat 0%.
Masyarakat diminta tidak panik karena proses pencairan dilakukan bertahap dan berlapis, terutama untuk daerah yang memiliki jumlah KPM besar.
Tak Hanya Uang Tunai: Beras 20 Kg + Minyak Goreng 4 Liter Juga Mulai Digulirkan
Selain bantuan uang, penyaluran bantuan pangan juga berlangsung serentak pada 18–19 November 2025.
Banyak warga sudah menerima surat undangan untuk mengambil:
• Beras 20 kg
• Minyak goreng 4 liter
Penerima diminta hadir sesuai jadwal dan lokasi yang tertera pada undangan.
Tenggat waktu pengambilan hanya 5 hari, setelah itu bantuan dianggap hangus dan langsung dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan.
Peringatan ini sengaja diberikan karena setiap tahun selalu ada kasus bantuan pangan menumpuk tak terambil hingga masa berlaku habis.
Harapan Tinggi dan Kekhawatiran Meningkat di Kalangan KPM
Banyak KPM yang belum menerima pencairan mengaku cemas.
Sebagian takut “terlewat”, sementara sebagian lain masih menunggu informasi resmi dari pendamping sosial.
Namun pihak penyalur menegaskan, pencairan berlangsung bertahap dan tidak serentak dalam satu hari.
Dengan pencairan PKH tiga tahap, BPNT Rp600 ribu, bantuan pangan 20 kg, hingga minyak goreng 4 liter, November 2025 menjadi bulan paling padat bagi penyaluran bantuan sosial.
Warga diimbau tetap memantau informasi resmi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu liar.***
Editor : Eli Kustiyawati