RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 (alokasi Oktober–Desember) terus menunjukkan pergerakan.
Laporan terbaru menunjukkan adanya penyaluran besar PKH BPNT, terutama bagi KPM bansos PKH yang statusnya beralih dari mekanisme penyaluran PT Pos Indonesia ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara.
Berikut sejumlah informasi mengenai penyaluran bansos PKH BPNT di akhir tahun ini.
I. Pencairan PKH Khusus KPM Peralihan (Bank Mandiri)
Dikutip dari Youtube Cek Bansos, Bank Mandiri dilaporkan menjadi salah satu bank penyalur yang aktif mencairkan bantuan PKH bagi KPM peralihan.
Pencairan ini seringkali mencakup periode yang tertunda (backlog).
Pencairan Tiga Tahap Sekaligus: KPM peralihan (yang sebelumnya lewat Pos dan baru mendapatkan KKS) melaporkan saldo masuk yang mencakup Tahap 2, Tahap 3, dan Tahap 4 secara bersamaan.
Contoh Nominal Besar: Beberapa KPM di wilayah seperti Serang, Banten, melaporkan saldo PKH yang mencapai Rp4.500.000.
Nominal besar ini terjadi karena bantuan mencakup 3 tahap sekaligus, dan KPM tersebut memiliki komponen PKH yang bernilai tinggi, seperti dua anak balita, di mana bantuan untuk balita per tahapnya adalah Rp750.000.
Perhitungan Contoh: 2 komponen balita Rp750.000 (per tahap) 3 tahap = Rp4.500.000.
Pembaruan Status: Pencairan ini menjadi kabar baik bagi KPM peralihan yang telah menunggu sekitar 8 bulan sejak proses pembuatan KKS.
2. BPNT Tahap 4 Mulai Cair di Bank BNI
Selain PKH, bantuan BPNT Tahap 4 (periode Oktober–Desember) senilai Rp600.000 (untuk 3 bulan) juga dilaporkan mulai masuk ke KKS, khususnya melalui Bank BNI.
KKS BNI: Penyaluran BPNT Rp600.000 terpantau di beberapa wilayah, seperti Bondowoso, Jawa Timur, dan Gunung Masiki, Cipatat.
Status Cair: Meskipun belum merata, laporan ini menandakan dimulainya proses pencairan BPNT Triwulan 4 bagi pemegang KKS Bank BNI.
3. Penjelasan Mengenai Keterlambatan Pencairan (Status SIKS-NG)
Banyak KPM yang bertanya mengapa bantuan mereka belum juga cair, sementara KPM lain sudah menerima saldo.
Kendala ini diperkirakan disebabkan oleh belum terbitnya Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah (SI) dari pusat.
Status di SIKS-NG: Saat ini, banyak status Bantuan Sembako (BPNT) di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) para pendamping masih dalam tahapan "Berhasil Cek Rekening", dan belum berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) ataupun SI (Standing Instruction).
Implikasi: Belum terbitnya SPM dari Kemensos ke Dinas Sosial kabupaten/kota menjadi alasan utama mengapa proses penyaluran (pencairan ke KKS) tertahan dan tidak berjalan secepat tahap-tahap sebelumnya.
KPM bansos diimbau untuk bersabar karena proses penyaluran Tahap 4 di akhir tahun ini tampaknya berjalan lebih lambat dan bertahap.***
Editor : Rani Puspitasari Sinaga