RADAR BOGOR - Pemerintah kembali mengaktifkan penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) termasuk PKH BPNT reguler, secara serentak di penghujung tahun 2025.
Periode 19 November hingga 29 November 2025 menjadi fokus pencairan tujuh jenis bansos, bukan hanya PKH BPNT yang ditujukan untuk meningkatkan daya beli dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Stimulus bansos PKH BPNT dan lainnya ini merupakan upaya pemerintah, melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Keuangan, untuk memastikan masyarakat kurang mampu dan miskin ekstrem mendapatkan dukungan maksimal menjelang akhir tahun.
Dikutip dari Youtube Naura Vlog, Berikut adalah 7 jenis bantuan sosial yang dilaporkan sedang dalam proses pencairan:
I. Bantuan Pangan Fisik Tambahan (Non-Tunai)
Dua jenis bantuan pangan diberikan sebagai tambahan non-tunai, yang pengambilan dilakukan di titik komunitas (kantor desa/kelurahan atau lokasi yang ditentukan), biasanya melalui surat undangan.
- Bantuan Sosial Beras 20 Kg:
Dialokasikan untuk sekitar 18,25 juta KPM. Kuota ini dibagi antara KPM PKH dan BPNT.
Penerima harus terdaftar dan akan menerima surat undangan resmi untuk pengambilan.
- Bantuan Sosial Minyak Goreng 4 Liter:
Bantuan ini ditambahkan sebagai stimulus ekonomi, mengingat kenaikan harga bahan pokok.
Disalurkan bersamaan dengan bantuan beras 20 kg di titik komunitas yang telah ditetapkan.
II. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tambahan
BLT Kesra Rp900.000 (Estimasi):
Bantuan ini menyasar KPM yang tergolong dalam desil 1 hingga desil 4 (kelompok sangat miskin hingga hampir miskin).
Mekanisme Pencairan: KPM PKH/BPNT yang eligible akan menerima pencairan langsung via Kartu KKS Merah Putih.
Sementara KPM baru, yang belum pernah menerima PKH/BPNT namun masuk desil 1–4, akan mencairkan melalui PT Pos Indonesia.
III. Bantuan Reguler Tahap 4 (Oktober–Desember) Via KKS
Penyaluran bantuan reguler tahap terakhir tahun 2025 terus dikebut hingga mencapai 100% di seluruh wilayah.
- PKH Tahap 4:
Pencairan terus berlangsung bertahap di berbagai bank Himbara.
KPM disarankan untuk memantau status di SIKS-NG. Status SI (Standing Instruction) mengindikasikan saldo akan masuk ke KKS dalam waktu 1 hingga 7 hari.
- BPNT Tahap 4 (Rp600.000):
Alokasi untuk periode Oktober, November, dan Desember.
Sebagian besar KPM telah menerima saldo Rp600.000 ini. Proses pencairan masih berlanjut bagi KPM yang statusnya belum berubah ke tahap SPM/SI.
IV. Pencairan Rapel (Tiga Tahap Sekaligus) Bagi KPM Peralihan
Kabar gembira datang bagi KPM yang baru saja beralih dari mekanisme penyaluran PT Pos ke KKS Bank Himbara.
KPM menerima pembayaran tiga tahap sekaligus yang tertunda.
PKH Tahap 2, 3, dan 4 (Peralihan KKS):KPM yang baru mendapatkan KKS akan menerima rapelan PKH dari tahap 2, 3, dan 4 secara bersamaan.
Nominal yang diterima sangat besar, bergantung pada komponen yang dimiliki (maksimal 4 orang), berpotensi mencapai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta dalam satu kali pencairan.
- BPNT Tahap 2, 3, dan 4 (Peralihan KKS):
KPM BPNT peralihan juga mendapatkan rapelan 3 tahap BPNT sekaligus (total Rp1.200.000).
Di samping rapelan BPNT, KPM ini juga berkesempatan menerima BLT Kesra tambahan, serta bantuan pangan fisik (beras dan minyak goreng), menjadikan akhir tahun ini sebagai "panen" bansos.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga