RADAR BOGOR – Penyaluran dana Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4 senilai Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah mencapai progres yang sangat memuaskan.
Secara nasional, penyaluran BPNT diperkirakan sudah tuntas antara 60 hingga 70 persen dari total target KPM.
Proses pencairan dana BPNT sangat bergantung pada kecepatan bank penyalur yang ditunjuk.
Dua bank BUMN, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI), dilaporkan menjadi yang paling masif dalam menyalurkan bantuan kepada KPM.
Sementara itu, Bank Mandiri masih terus mengejar dan melakukan penyaluran secara bertahap.
Untuk wilayah dengan fokus syariah, seperti Aceh, penyaluran didominasi oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), yang juga menunjukkan progres cepat dan bahkan menyalurkan bantuan ini serentak dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra.
Di sisi lain, penyaluran yang dilakukan melalui PT Pos Indonesia berjalan lebih lambat, terutama di wilayah yang menantang secara geografis.
Progres Signifikan di Pulau Jawa dan Aceh
Berdasarkan informasi dari YouTube Info Bansos, penyaluran bantuan menunjukkan variasi progres yang signifikan:
• Jawa Timur mencatat progres paling pesat di Pulau Jawa, mencapai sekitar 80 persen penyaluran dan diperkirakan menjangkau sekitar 1 juta KPM.
• Jawa Barat (meliputi Bandung Barat, Depok, dan Bogor) juga tidak kalah cepat dengan progres antara 70 hingga 80 persen, menjangkau sekitar 500.000 KPM. Di wilayah ini, dana BPNT dicairkan serentak dengan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Jawa Tengah (termasuk Sragen, Kendal, dan Semarang) menunjukkan progres antara 60 hingga 70 persen, dengan estimasi sekitar 800.000 KPM yang telah menerima bantuan.
• DKI Jakarta dan Banten melaporkan progres sekitar 65 persen, dengan lebih dari 300.000 KPM menerima dana melalui BNI dan Mandiri.
Tantangan Logistik di Ujung Timur
Kontras dengan progres di Jawa dan Aceh yang mencapai 75 persen bagi lebih dari 200.000 KPM wilayah Papua menghadapi kendala terbesar.
Penyaluran di Papua, yang dilakukan melalui PT Pos Indonesia, baru mencapai sekitar 40 persen untuk sekitar 100.000 KPM.
Lambatnya progres ini disebabkan oleh tantangan logistik dan geografis yang kompleks di wilayah timur Indonesia.
Pemerintah dan bank penyalur terus berupaya mengatasi hambatan ini dan menargetkan sisa alokasi BPNT tahap 4 dapat tuntas disalurkan kepada seluruh KPM dalam waktu dekat.***
Editor : Eli Kustiyawati