RADAR BOGOR - Penyaluran BLT Kesra sebesar Rp900.000 untuk alokasi Oktober hingga Desember 2025 akhirnya bergerak pada pekan ini setelah pihak penyalur memastikan seluruh jaringan distribusi siap menjalankan pencairan secara nasional.
Momentum ini menjadi kabar baik bagi para KPM yang belum menerima pencairan pada tahap pertama, karena BLT Kesra hanya cair satu kali dalam satu tahun sehingga penyaluran tahap dua difokuskan untuk menuntaskan hak penerima yang tertinggal.
Berikut penjelasan lengkapnya dilansir dari kanal Klik Bansos.
1. Pembagian 12,6 Juta Penerima Lewat Dua Jalur Penyaluran
Jumlah penerima BLT Kesra pada pekan ini mencapai sekitar 12,6 juta KPM dan terbagi dalam dua jalur penyaluran, yaitu melalui PT Pos Indonesia dan kartu KKS Bank Himbara.
Pembagian ini dilakukan agar kelompok yang belum memiliki KKS maupun penerima susulan bisa menerima haknya tanpa harus menunggu penyaluran tambahan di kemudian hari.
Rincian jumlah penerima berdasarkan jalur penyaluran tersebut antara lain sebagai berikut:
- 11.609.002 KPM menerima melalui PT Pos Indonesia.
- 1 juta KPM menerima melalui kartu KKS Bank Himbara sebagai penyaluran susulan.
2. Ketentuan Pengambilan BLT Kesra Melalui PT Pos Indonesia
KPM yang menerima BLT Kesra melalui PT Pos Indonesia merupakan kelompok yang belum memiliki kartu KKS dan sebelumnya tidak menerima bansos reguler seperti PKH atau BPNT, sehingga penyaluran dilakukan dengan mekanisme verifikasi langsung di kantor pos.
Proses pengambilan ini memiliki persyaratan khusus yang perlu diikuti agar pencairan dapat berjalan lancar dan sesuai data SIKS NG yang telah divalidasi. Ketentuan pengambilan tersebut meliputi beberapa poin berikut:
- Penerima wajib membawa surat pemberitahuan atau undangan dari PT Pos.
- Dokumen yang diperlukan adalah KTP dan/atau KK.
- Jika diwakilkan oleh anggota keluarga serumah, KK wajib dibawa sebagai bukti kecocokan data.
3. Penyaluran Lewat KKS untuk 1 Juta KPM Susulan
Penerima yang disalurkan melalui kartu KKS Bank Himbara termasuk kelompok susulan yang umumnya berada pada desil 5 hingga desil 10.
Penyaluran ini dilakukan paralel dengan jalur PT Pos pada pekan yang sama, sehingga KPM tidak perlu menunggu tahap lanjutan.
BLT Kesra tetap dicairkan satu kali sebesar Rp900.000 dan hanya diberikan kepada mereka yang belum menerima tahap pertama, sehingga tidak ada penerimaan ganda dalam distribusi bantuan ini.
Mekanisme pencairannya mengikuti sistem reguler seperti pencairan PKH dan BPNT, di mana dana langsung masuk ke saldo KKS penerima.
4. Perkembangan Bansos Reguler Lainnya pada Pertengahan November 2025
Selain BLT Kesra, pemerintah juga terus menyalurkan bansos reguler seperti PKH dan BPNT Tahap 4 yang mencakup alokasi Oktober hingga Desember 2025.
Prosesnya berlangsung bertahap dan masuk ke kartu KKS baik bagi pemegang kartu lama maupun mereka yang baru menerima kartu setelah pembaruan data.
KPM diminta memastikan status kepesertaan mereka tetap aktif di SIKS NG agar penyaluran tidak tertunda atau terblokir.
Selain itu, penebalan BPNT sebesar Rp400.000 untuk alokasi Juni-Juli tetap diberikan satu kali pada tahun 2025.
Pemerintah menargetkan seluruh proses penyaluran bansos dapat selesai lebih cepat menjelang akhir tahun agar tidak ada penerima yang tertinggal dan seluruh alokasi dapat tersalurkan secara penuh.
Editor : Eka Rahmawati