RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) memasuki tahap paling krusial menjelang akhir tahun 2025.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial resmi mengumumkan percepatan pencairan beberapa bantuan sekaligus, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), BLT Kesra Rp900.000, dan bantuan beras 20 kg beserta minyak goreng.
Kebijakan ini dipastikan menyasar jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, Kemensos menegaskan minggu ini menjadi periode penyaluran terbesar pada triwulan IV.
Sebanyak 11 juta KPM dijadwalkan menerima pencairan BLT Kesra melalui jalur PT Pos Indonesia.
Baca Juga: Tersedia 5 Ribu Lowongan Kerja di Aplikasi Nyari Gawe Ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pelamar Capai 100 Ribu
Mekanisme ini dipilih untuk mempercepat distribusi terutama bagi daerah dengan akses perbankan terbatas.
Data terbaru menunjukkan bahwa tahap pertama penyaluran telah menyentuh lebih dari 15 juta KPM, terdiri dari penerima PKH, BPNT, serta BLT Kesra.
Untuk memenuhi target nasional sebesar 35 juta penerima, pemerintah mengalokasikan gelombang pencairan lanjutan secara terjadwal per wilayah.
Selain melalui PT Pos, sekitar 1 juta KPM mendapat penyaluran lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara—BRI, BNI, BSI, dan Mandiri.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan BLT Kesra bagi KPM Desil 1 sampai 4 lewat Bank Himbara dan PT Pos, Total Ada 35 Juta KPM, Catat Jadwal Pencairannya
Distribusi melalui perbankan ini terutama menyasar penerima reguler PKH dan BPNT yang status datanya telah memasuki tahap standing instruction, sehingga pencairan berlangsung lebih cepat.
Kemensos menjelaskan bahwa KPM dengan status SI (Standing Instruction) berpeluang lebih dulu menerima transfer.
Sementara itu, yang masih berstatus SPM atau “cek rekening” dipastikan tetap akan cair sebelum batas akhir, yaitu Desember 2025.
BLT Kesra Rp900.000 menjadi salah satu bantuan paling dinanti. Bantuan ini diberikan kepada:
1. KPM PKH aktif
2. KPM BPNT aktif
3. KPM graduasi (mantan penerima, tetapi masih termasuk desil 1-4)
4. Nonbansos yang masuk kategori desil 1–4
Total sasaran mencapai lebih dari 18,3 juta keluarga, sementara sisanya disalurkan ke KPM non-reguler melalui PT Pos.
Baca Juga: Mengenal Bobibos, Bahan Bakar Setara Ron 98 dari Tanaman yang Bikin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Kepincut dan Siap Uji Coba Produksi Pakai Jerami
Penyaluran pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter dipastikan terus berjalan di berbagai daerah.
Penerima yang sudah memperoleh surat undangan diminta mengambil bantuan maksimal 5 hari sejak tanggal penjadwalan.
Jika tenggat terlewat, jatah bantuan berpotensi dialihkan kepada penerima lain. Bagi penerima yang belum cair, pemerintah mengimbau agar tidak khawatir.
Penyaluran berlangsung bergelombang hingga pertengahan Desember 2025. Selama status data masih aktif dan berada pada desil yang berhak, bantuan tetap dijamin cair.