RADAR BOGOR - Dalam beberapa minggu terakhir, pencairan sejumlah bansos tetap dilakukan untuk keluarga penerima manfaat (KPM).
Terpantau, lebih dari lima bansos akan cair baik tunai dan non tunai secara bertahap dan tidak langsung serentak cair.
Walau begitu, masih ada KPM yang belum menerima pencairan. Penerima manfaat harus bersabar jika data sudah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ada sekitar 7 sampai 8 bantuan yang dikabarkan akan cair sekaligus dan mengisi saldo rekening KPM. Berikut bansos tunai yang akan diterima KPM dalam waktu dekat.
Bansos pertama dan kedua yang termasuk dalam bantuan tunai dan akan dicairkan adalah bantuan Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT).
Bansos reguler alokasi Oktober, November, Desember 2025 ini masih dalam proses pencairan untuk sebagian KPM dan sudah banyak yang melaporkan dana bantuan cair.
Bahkan, saldo sudah mulai disalurkan di semua bank Himbara secara bertahap. Selama data KPM aktif dan masih terdata layak sebagai penerima bantuan, maka bansos akan cair.
Beberapa hari ini tersiar kabar KPM yang diduga terlibat dalam permainan terlarang, bantuan akan dicabut dan tidak bisa menerima pencairan.
Namun, info terbaru menyebutkan beberapa KPM yang terlibat dalam permainan terlarang sudah dinormalkan dan dianggap masih layak untuk menerima bansos.
Tetap pastikan KPM yang menerima bansos, tidak boleh terlibat permainan terlarang karena ilegal dan membuat rugi diri sendiri.
Bansos ketiga adalah Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) yang dikabarkan akan dilanjutkan untuk gelombang kedua.
KPM sudah banyak yang menerima pencairan pada pencairan BLTS Kesra gelombang satu. Di gelombang kedua, bantuan akan cair bertahap di minggu depan.
Nominal yang diterima KPM BLTS Kesra adalah Rp900.000 untuk alokasi 3 bulan yaitu, Oktober, November, Desember 2025.
Berikutnya adalah bansos penebalan senilai Rp400.000. Bantuan ini khusus untuk KPM yang masih belum menerima penebalan alokasi Juni Juli.
Bansos yang kelima adalah bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.
KPM yang terdata aktif, layak dan tahun ini belum cair, maka harus menunggu karena pencarian bantuan PIP akan berlangsung sampai dengan akhir tahun.
Penerima manfaat bisa mendapatkan bantuan di awal tahun, pertengahan, dan juga akhir tahun.
Oleh karenanya, KPM harus bersabar dan sering berkoordinasi dengan operator di sekolah untuk menanyakan status terkait pencairan bantuan PIP.
Berikutnya, bansos Atensi Yapi yang diberikan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu. Besaran bantuan per bulan mencapai Rp200.000.
Bantuan ini biasanya dicairkan dalam dua atau 3 bulan sekali dan juga akan diberikan melalui pihak perangkat desa lewat bank.
Wali setiap anak akan dibantu agar proses pencairan bantuan Atensi Yapi bisa diterima oleh penerima yang berhak.
Kemudian, bansos non tunai yang akan segera diterima KPM adalah bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Bantuan tambahan dari pemerintah ini bertujuan untuk menstimulus KPM agar beban ekonomi dikurangi.
Penyaluran bantuan pangan terus dilakukan, KPM yang belum menerima harus sabar menanti, karena ada kemungkinan beras dan minyak goreng diterima di akhir November 2025.
KPM bisa melakukan pengecekan ke perangkat desa atau pendamping untuk memperbaharui informasi pencairan bantuan.
Berikutnya bantuan permakanan di daerah yang masih berlangsung, tapi tidak semua wilayah di Indonesia merasakan bansos ini.
Penerima manfaat merupakan lansia dan disabilitas tunggal yang sudah tidak memiliki anggota keluarga dalam satu kartu keluarga (KK).
Bansos yang kesembilan adalah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) untuk KPM yang tidak mampu akan menerima bantuan berupa gratis iuran BPJS Kesehatan.
Sehingga, KPM bisa berobat secara gratis tanpa perlu bayar iuran. Bantuan ini masih berlanjut dan bisa dicek melalui cek bansos untuk melihat perubahan periode.
Editor : Siti Dewi Yanti